KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Langit Kalimantan Tengah diperkirakan akan diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca, menyusul terbentuknya pola atmosfer yang memicu peningkatan hujan di hampir seluruh wilayah Kalteng pada 1 hingga 3 April 2026.
Baca Juga: Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia Pada Awal April, Begini Fakta yang Disampaikan BMKG
Fenomena ini dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik di sekitar Kalimantan yang menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin. Kondisi tersebut memperkuat proses pembentukan awan hujan, terutama didukung oleh kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer lokal.
Baca Juga: Indonesia Dibayangi Munculnya El Nino Godzilla, Karhutla Berpotensi Terjadi di Kalteng
Akibatnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi secara merata, bahkan berpotensi disertai kilat, petir, serta angin kencang dalam durasi singkat.
“Potensi hujan ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang cukup kompleks, mulai dari sirkulasi siklonik hingga kelembapan udara yang tinggi, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan,” demikian disampaikan dalam rilis BMKG, Rabu (1/4/2026).
Pada Rabu (1/4/2026) hingga Kamis (2/4/2026), hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah berpotensi diguyur hujan, termasuk Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Katingan, hingga Palangka Raya.
Sementara pada Jumat (3/4/2026), wilayah terdampak mulai berkurang, namun hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah seperti Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, dan wilayah Barito.
BMKG mengingatkan bahwa hujan yang terjadi bersifat lokal dengan intensitas yang dapat meningkat secara tiba-tiba. Kondisi ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem dalam waktu singkat, termasuk angin kencang hingga puting beliung.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap hujan berdurasi singkat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” tulis BMKG.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi dampak lanjutan yang bisa ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang berisiko mengganggu aktivitas harian. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana