PALANGKA RAYA-Menjelang pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) pada Juli 2026. In-depth Politics melakukan survei kepada mahasiswa yang tersebar di delapan fakultas di wilayah kampus.
Dari 1.035 mahasiswa yang menjadi responden, sebanyak 95,32 persen menginginkan figur rektor UPR ke depan adalah berlatar belakang guru besar atau profesor.
Baca Juga: Prof Yetri di Pusaran Korupsi Pascasarjana UPR, Penasihat Hukum Tersangka Buka-bukaan
Ketua Tim Survei, Roby Kristyanto menjelaskan, dari hasil temuan menunjukan mayoritas mahasiswa UPR menginginkan figur rektor yang memiliki kombinasi antara integritas moral yang tinggi dan visi kepemimpinan inovatif serta visioner terhadap perubahan, sebagai kualitas personal yang dianggap paling mendasar.
METODE SURVEI
Lembaga Survei: In-Depth Politics
Periode: 8-14 Maret 2026
Metode Penarikan Sampel: Menggunakan Slovin Method. Meyode pemilihan responden dilakukan dengan Stratified Random Sampling di tiap tingkatan Fakultas
Jumlah Responden: 1.035
Surveyor: Tim yang telah lulus pelatihan survei
Margin Of Error : 3 persen
Wilayah Survei : 8 Fakultas di Universitas Palangka Raya
Pengumpulan Data : Google Forms (Typeform)
Baca Juga: Dijerat Dugaan Tipikor Pascasarjana UPR oleh Kejari Palangka Raya, Prof Yetri Ajukan Praperadilan
DISTRIBUSI SAMPEL
FAKULTAS POPULASI SAMPEL
FKIP 3.662 253
FEB 3.188 220
FAPERTA 2.141 148
FT 1.960 135
FH 1.295 89
FISIP 1.930 133
FMIPA 392 27
FK 425 30
JUMLAH 14.993 1.035
HASIL TEMUAN:
- Rektor harus memiliki integritas moral yang tinggi dan visi kepemimpinan inobvasif serta visioner terhadap perubahan.
- 95,10 % responden menekankan pentingnya rekam jejak bebas KKN dan plagiarism
- 95,32 % responden mengharapkan rektor berlatar belakang Guru Besar (Profesor)
- 88,32 % menyatakan kurang relevan jika rektor harus berasal dari lokal daerah, namun tetap menginginkan figur rektor tersebut berasal dari internal kampus dengan persentase 80,45 %
- 78,21 % responden mahasiswa menempatkan fasilitas sarana dan prasarana sebagai prioritas utama yang harus diselesasikan dibandingkan hal lainnya.
- 67,43 % menyukai pola interaksi digital melalui media sosial serta adanya forum dialog terbuka, setidaknya satu kali per semester.
- 70,11 % mahasiswa ingin Rektor memfasilitasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan pengembangan kompetensi mahasiswa
Sumber: In-Deph Politics
Kini, semua tinggal menanti, apakah rektor terpikih nanti merupakan sosok yang diidam-idamkan para mahasiswanya?(*)
Editor : Ayu Oktaviana