Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Cuaca Tak Menentu saat Transisi Musim, Hasan Busyairi Minta Warga Palangka Raya Tetap Siaga

Dea Umilati • Senin, 15 Juni 2026 | 17:30 WIB
Kondisi cuaca di langit Palangka Raya.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)
Kondisi cuaca di langit Palangka Raya.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

PALANGKA RAYA – Meski sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau, masyarakat diminta untuk tidak lengah terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. 

Perubahan cuaca yang sulit diprediksi pada masa transisi musim dinilai berpotensi memicu berbagai kejadian yang dapat mengganggu aktivitas warga, mulai dari genangan air hingga pohon tumbang.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu selama masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Menurutnya, anggapan bahwa hujan tidak akan turun lagi setelah adanya informasi sebagian wilayah memasuki musim kemarau merupakan pemahaman yang keliru. Justru pada periode transisi inilah intensitas hujan dapat berubah secara tiba-tiba dan kerap disertai angin kencang.

"Jangan karena ada informasi sebagian wilayah sudah masuk kemarau lalu menganggap hujan tidak akan turun lagi. Justru pada masa peralihan musim ini cuaca sering berubah-ubah dan perlu diwaspadai," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Hasan menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi menimbulkan berbagai dampak di lingkungan perkotaan. Genangan air di sejumlah titik rawan, pohon tumbang akibat terpaan angin, hingga terganggunya mobilitas masyarakat menjadi risiko yang perlu diantisipasi bersama.

Ia mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika hujan turun disertai angin kencang. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan menghindari berteduh di bawah pohon besar yang berisiko tumbang.

Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran drainase tidak tersumbat. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mengurangi potensi genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Di sisi lain, Hasan juga mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga tidak boleh diabaikan. Memasuki musim kemarau, potensi munculnya titik api tetap perlu mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api, pohon yang berpotensi membahayakan, maupun kejadian lain yang dapat memicu kondisi darurat.

"Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga risiko bencana, baik karhutla maupun dampak cuaca ekstrem, dapat diminimalkan," pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#cuaca ekstrem #drainase #hujan #musim kemarau #pencegahan bencana