Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Koalisi Masyarakat Peduli Gizi Anak Gelar Aksi di Kalteng, Minta Program MBG Dilanjutkan dan BGN Dibenahi

Ismail • Selasa, 30 Juni 2026 | 15:00 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan jajaran menerima aspirasi dari Koalisasi Masyarakat Peduli Gizi, saat aksi, Selasa (30/6/2026). FOTO ISMAIL/KALTENG POS.JAWAPOS.COM
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan jajaran menerima aspirasi dari Koalisasi Masyarakat Peduli Gizi, saat aksi, Selasa (30/6/2026). FOTO ISMAIL/KALTENG POS.JAWAPOS.COM
 
PALANGKA RAYA – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Gizi Anak menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Jalan G. Obos, Palangka Raya, Selasa (30/6/2026) pagi.

Massa yang merupakan Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palangka Raya ini menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan. Selain itu, mereka juga meminta adanya pembenahan di internal Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: BGN Evaluasi SPPG di Kalteng, Soroti Masalah Fasilitas hingga Lonjakan Beban Produksi

Aksi unjuk rasa yang didominasi oleh kaum perempuan ini diterima langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Turut mendampingi Gubernur, di antaranya Plt. Sekda Kalteng dr. Lina Victoria Aden beserta sejumlah kepala dinas terkait.

Aksi tersebut berjalan tertib di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian yang berjaga di depan gerbang kantor gubernur. Peserta aksi tampak membawa spanduk dan poster berisi aspirasi mereka yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Tirta Yoga Panuntun.

8 Tuntutan Koalisi Masyarakat Peduli Gizi Anak

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan delapan poin aspirasi utama, antara lain:

  1. Mendukung Presiden untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  2. Mendorong lahirnya undang-undang sebagai payung hukum program MBG.
  3. Mendukung Presiden untuk melakukan pembenahan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).
  4. Mendukung implementasi Pasal 33 UU 1945.
  5. Mendukung Presiden dalam menyejahterakan petani, nelayan, dan UMKM.
  6. Meminta BGN untuk melibatkan mitra dalam setiap penyusunan keputusan.
  7. Mendukung program strategis nasional lainnya.
  8. Mendukung pemerintah untuk menindak tegas siapa pun pengkhianat bangsa.

Baca Juga: Buka-bukaan BGN Regional Kalteng soal Nasib MBG di Bumi Tambun Bungai

Respons Gubernur Kalteng Agustiar Sabran

Setelah mendengarkan aspirasi yang disampaikan, Tirta Yoga selaku koordinator meminta Gubernur Kalteng untuk ikut menandatangani lembar tuntutan tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Agustiar Sabran merespons positif dan langsung membubuhkan tanda tangannya.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memberikan punggungnya untuk Korlap Aksi, Tirta Yoga Panuntun untuk menandatangani kertas yang berisi aspirasi, Selasa (30/6/2026). ISMAIL/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memberikan punggungnya untuk Korlap Aksi, Tirta Yoga Panuntun untuk menandatangani kertas yang berisi aspirasi, Selasa (30/6/2026). ISMAIL/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

"Kami sebagai wakil pemerintah pusat di daerah menerima aspirasi ini untuk diteruskan ke pemerintah pusat," ujar Agustiar.

Ia sepakat bahwa program MBG harus tetap berjalan, namun dengan catatan wajib dilakukan evaluasi dan pembenahan secara berkala. Agustiar tidak menampik adanya hal-hal yang masih perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program baru ini.

Baca Juga: Prabowo Akui MBG Banyak Masalah, Ancam Akan Copot Pejabat yang Main-main Dengan Uang Rakyat

"Tikus-tikus yang menggerogoti program ini harus dihukum tegas," cetus Agustiar.

Selain itu, Agustiar juga mendukung poin pembenahan BGN serta pelibatan mitra daerah dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, setiap kebijakan pusat memang harus memperhatikan kondisi riil di tingkat daerah agar tepat sasaran, terutama dalam memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal. Setelah aspirasi diterima resmi oleh Gubernur, massa membubarkan diri secara tertib.

Dampak Positif Program MBG Tidak Boleh Diabaikan

Seusai aksi, Koordinator Lapangan Tirta Yoga Panuntun menyampaikan kepada media bahwa adanya pro dan kontra dalam sebuah program baru adalah hal yang wajar. Kendati demikian, polemik tersebut tidak boleh menghilangkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Program ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak manfaat yang diterima oleh anak-anak dan keluarganya, termasuk juga para pelaku UMKM," jelas Tirta.

Tirta juga mengakui program MBG masih membutuhkan evaluasi total agar kasus-kasus atau kendala yang sempat terjadi di lapangan tidak terulang kembali di masa depan.

"Oleh karena itu, kami meminta kepada BGN untuk melibatkan kami sebagai mitra strategis dalam setiap pengambilan keputusan," pungkas Tirta. (sma)

Editor : Ayu Oktaviana
#Koalisi Masyarakat Peduli Gizi Anak #Mbg #aksi damai #Badan Gizi Nasional (BGN) #SPPG