Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Karhutla Mulai Bermunculan di Kalteng, DPRD Ingatkan Ancaman Kabut Asap, Minta Kolaborasi dan Pencegahan Diperkuat

Dea Umilati • Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:00 WIB
Kabut asap mengancam Kalteng.(ilustrasi)
Kabut asap mengancam Kalteng.(ilustrasi)

PALANGKA RAYA- Meningkatnya jumlah titik api di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir menjadi sinyal awal ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memicu bencana kabut asap. Meski intensitas kebakaran belum sebesar musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya, seluruh pihak diminta tidak lengah dan segera memperkuat upaya pencegahan.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh menilai kemunculan karhutla saat ini harus menjadi peringatan dini agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian masyarakat.

"Peristiwa karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan," ujarnya.

Faridawaty mengatakan, pengalaman Kalimantan Tengah selama ini menunjukkan hampir setiap bencana kabut asap diawali dari munculnya titik-titik api berskala kecil. Jika tidak segera ditangani, terutama di kawasan lahan gambut, api dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga sulit dipadamkan dan berpotensi meluas dalam waktu singkat.

Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan hanya mengandalkan upaya pemadaman saat kebakaran sudah membesar.

"Jangan menunggu api meluas baru semua bergerak. Pencegahan harus menjadi fokus utama karena jauh lebih efektif daripada memadamkan kebakaran yang sudah meluas," katanya.

Politisi Partai NasDem itu menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, maupun instansi teknis. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran.

Ia menilai koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat melalui patroli terpadu, pemetaan kawasan rawan, serta respons cepat terhadap setiap laporan munculnya titik api.

 "Sinergi semua pihak menjadi kunci. Patroli harus diperkuat, pemantauan wilayah rawan terus dilakukan, dan setiap titik api harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang sulit dipadamkan," tegasnya.

 

Lahan Gambut Jadi Perhatian

Faridawaty juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan gambut yang dikenal sangat rentan terbakar saat musim kemarau. Karakteristik gambut membuat api dapat membakar lapisan bawah tanah sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan.

Menurutnya, kondisi tersebut kerap menyebabkan proses pemadaman berlangsung berhari-hari dan membutuhkan dukungan tambahan seperti helikopter water bombing.

Selain merusak lingkungan, Faridawaty menilai karhutla berpotensi menimbulkan dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Kabut asap dapat meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mengganggu aktivitas belajar mengajar, menurunkan mobilitas akibat terbatasnya jarak pandang, hingga memperlambat aktivitas ekonomi.

"Ketika kabut asap muncul, dampaknya dirasakan semua orang. Aktivitas masyarakat terganggu, kesehatan terancam, bahkan roda perekonomian juga bisa melambat. Karena itu jangan pernah menganggap remeh kebakaran sekecil apa pun," ujarnya.


Edukasi Masyarakat Harus Diperkuat

Faridawaty menambahkan, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar perlu terus digencarkan. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya karhutla.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
 

"Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah karhutla. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani sebelum membesar," katanya.

Sebagai wakil rakyat, Faridawaty memastikan DPRD Kalimantan Tengah akan terus mendukung berbagai upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah agar ancaman karhutla tidak berkembang menjadi bencana kabut asap seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Lebih baik mencegah daripada harus menangani kebakaran yang sudah meluas. Mari kita bersama-sama menjaga Kalimantan Tengah agar tetap bebas dari bencana karhutla dan kabut asap. Tanggung jawab ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua," pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
kabut asap Faridawaty Darland Atjeh ispa karhutla musim kemarau