Karhutla Kalteng: 2.844 Titik Panas Terdeteksi Sejak Awal Tahun, 3.069 Hektare Lahan Terbakar

Agus Pramono • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:30 WIB
Kebakaran lahan di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.(Humas)
Kebakaran lahan di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.(Humas)

 

PALANGKA RAYA-Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah kian menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan memasuki pertengahan tahun.

Laporan data akumulasi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, sejak 1 Januari hingga 19 Juli 2026, total titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Bumi Tambun Bungai telah mencapai 2.844 titik dengan total 563 kejadian kebakaran.

Baca Juga: Polda Kalteng Mulai Operasi Aman Nusa II, Kapolda Iwan Kurniawan Tekankan Pencegahan Karhutla

Merujuk data Pusdalops PB Kalteng, berdasarkan laporan riil dari lapangan yang dihimpun dari kabupaten/kota, luasan area yang terbakar secara akumulatif telah mencapai 852,58 hektare.

Namun, berdasarkan verifikasi berlapis menggunakan pantauan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS yang dioverlay dengan data sebaran hotspot serta hasil groundcheck oleh Manggala Agni (KLHK), total luasan wilayah yang terdampak kebakaran sebenarnya telah menembus 3.069,52 hektar.

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menjelaskan bahwa peningkatan grafik kebakaran ini dipicu oleh kondisi cuaca kering yang mulai merata di sebagian besar wilayah Kalteng.

Kendati penanganan di lapangan terus dioptimalkan dengan dukungan 94 personel gabungan serta operasi udara menggunakan 4 unit helikopter pengebom air (water bombing), tantangan geografis dan kecepatan rambatan api tetap menjadi kendala utama.

Baca Juga: Karhutla Mulai Bermunculan di Kalteng, DPRD Ingatkan Ancaman Kabut Asap, Minta Kolaborasi dan Pencegahan Diperkuat

“Sepanjang periode Januari hingga pertengahan Juli ini, konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 401 titik, disusul Lamandau 374 titik, Kapuas 365 titik, dan Katingan 356 titik. Kami melihat pergerakan api sangat cepat akibat vegetasi lahan yang mulai mengering. Seluruh satgas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, diinstruksikan untuk mempertahankan status siaga penuh demi mengamankan visi Kalteng Bebas Kabut Asap 2026,” kata Ahmad Toyib saat dikonfirmasi di Palangka Raya.

Deteksi dini dinilai menjadi kunci utama agar petugas di lapangan dapat melakukan lokalisasi dan pemadaman dini secepat mungkin sebelum api telanjur meluas.

Baca Juga: BPBD Kotim Kaji Kenaikan Status dari Siaga Menjadi Tanggap Darurat Karhutla

“Pengendalian karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis risiko meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan selama musim kemarau tahun ini,” kata Toyib menegaskan.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
ahmad toyib kabut asap karhutla musim kemarau water bombing