PALANGKA RAYA – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalteng telah disiapkan sebagai salah satu upaya mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pelaksanaannya masih menunggu terbentuknya potensi awan hujan yang memungkinkan dilakukan penyemaian.
Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, pesawat untuk pelaksanaan OMC saat ini dalam kondisi siaga sembari melakukan patroli untuk memantau potensi awan hujan.
Baca Juga: Masyarakat Kotim Gelar Salat Minta Hujan di Tengah Kepungan Karhutla
“Betul sudah ada perencanaan seperti yang disampaikan. Pesawat OMC juga standby sambil melakukan patroli. Tinggal menunggu potensi awan hujan, OMC langsung dilaksanakan,” kata Ahmad, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, wilayah yang menjadi prioritas OMC adalah daerah yang saat ini masih terdapat titik api serta kawasan yang berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya memiliki potensi tinggi terjadi karhutla.
Namun, pelaksanaan OMC tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena membutuhkan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“OMC tentu hanya dapat dilakukan apabila ada tumbuh potensi awan hujan. Jadi, di mana saja ada tumbuh potensi awan hujan, di situ dilakukan penyemaian garam dengan harapan dapat turun hujan,” jelasnya.
Baca Juga: BMKG Prakirakan Potensi Hujan di Kotim Masih Minim
Ahmad menambahkan, BMKG menjadi bagian dari Satgas Karhutla sehingga turut terlibat dalam evaluasi kondisi karhutla yang dilakukan setiap hari. Informasi mengenai perkembangan potensi awan hujan juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan pelaksanaan OMC.
“BMKG masuk dalam Satgas Karhutla, sehingga mereka selalu terlibat dalam rapat evaluasi harian yang kami laksanakan setiap hari. Apabila ada potensi awan hujan, mereka yang menginformasikan kepada kami,” terangnya.
Sementara itu, Peluang OMC di Kalimantan Tengah masih terbuka dalam dua hari ke depan. Kondisi meteorologis menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan kategori sedang hingga tinggi pada 23–24 Agustus 2026, terutama di wilayah Kalteng bagian tengah dan utara.
Prakirawan BMKG, Renianata, mengatakan potensi pertumbuhan awan hujan pada 25 Agustus masih berada pada kategori sedang, khususnya di sebagian wilayah Kalteng bagian utara.
Sementara mulai 26 hingga 30 Agustus, potensi pertumbuhan awan hujan diperkirakan menurun hingga tidak ada.
Baca Juga: Salat Minta Hujan dan Doa Bersama Dilaksanakan di Bundaran Besar Palangka Raya
“Dilihat dari sisi meteorologis, potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah pada 23–24 Agustus dalam kategori sedang hingga tinggi di sebagian wilayah, dengan konsentrasi di bagian utara dan tengah,” ujar Renianata.
Berdasarkan prospek cuaca harian sepekan ke depan, hujan ringan hingga sedang diprediksi terjadi pada 23–24 Agustus di wilayah Kalteng bagian tengah dan utara. Pada 25 Agustus, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kalteng bagian utara.
Sedangkan pada 26–30 Agustus, kondisi cuaca diperkirakan cenderung cerah berawan hingga berawan.
Renianata menjelaskan, kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan OMC. Namun, keputusan pelaksanaan tetap berada pada BNPB dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kebutuhan di wilayah terdampak serta pembaruan hasil model cuaca setiap hari.
“Rekomendasi pelaksanaan OMC di Provinsi Kalimantan Tengah dapat diputuskan oleh BNPB dengan mempertimbangkan eskalasi urgensi kebutuhan aktual daerah terdampak juga hasil model cuaca yang akan diperbarui setiap harinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila posko OMC telah aktif, penentuan waktu dan lokasi penyemaian akan dilakukan oleh tim khusus yang berada dalam posko tersebut. Tim tersebut terdiri dari gabungan sejumlah instansi terkait. (*)
Editor : Ayu Oktaviana