Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Calon Rektor Bhayu Rhama Siapkan Empat Misi Utama Pengembangan UPR 

rifqi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:30 WIB
Prof. Bhayu Rhama, menawarkan visi pengembangan kampus bertajuk “Borneo Impact and Global Recognition”.(Arief Prathama/Kalteng Pos)
Prof. Bhayu Rhama, menawarkan visi pengembangan kampus bertajuk “Borneo Impact and Global Recognition”.(Arief Prathama/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA – Bakal calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030, Prof. Bhayu Rhama, menawarkan visi pengembangan kampus bertajuk “Borneo Impact and Global Recognition” yang menitikberatkan pada kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat pengakuan UPR di tingkat nasional dan internasional.

Visi tersebut dipaparkan dalam kegiatan Sosialisasi Visi dan Misi Bakal Calon Rektor UPR yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPR, Kamis (18/6/2026). 

Dalam kesempatan itu, Bhayu menegaskan bahwa arah pembangunan kampus harus berangkat dari berbagai tantangan nyata yang masih dihadapi UPR saat ini.

Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana, anggaran, serta kualitas dan kuantitas sumber daya manusia menjadi persoalan yang harus segera ditangani agar UPR mampu berkembang menjadi perguruan tinggi yang kompetitif dan berdampak luas.

“Yang akan kita hadapi adalah keterbatasan sarana dan prasarana, misalnya jaringan listrik yang saat ini sudah kurang memadai, keterbatasan anggaran baik untuk universitas maupun fakultas, serta keterbatasan sumber daya manusia dari sisi kuantitas maupun kualitas,” ujarnya.

Bhayu menilai berbagai tantangan tersebut tidak boleh menjadi hambatan, melainkan harus menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan universitas yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Visi ini lahir dari persoalan dan kebutuhan yang kita hadapi di Universitas Palangka Raya. Kita ingin mewujudkan perguruan tinggi yang berdasar pada kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Empat Misi Utama Pengembangan UPR

Untuk mewujudkan visi tersebut, Bhayu menyiapkan empat misi utama yang akan menjadi fondasi pembangunan UPR selama empat tahun ke depan.

Misi pertama adalah penguatan pendidikan berbasis outcome based education (OBE), karakter, dan daya saing global. Kedua, penguatan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketiga, peningkatan kontribusi tridharma perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Keempat, transformasi tata kelola universitas yang modern, transparan, dan berintegritas.

“Kita akan menjalankan pendidikan tinggi berbasis outcome based education dan transformasi digital yang adaptif untuk menghasilkan lulusan yang inovatif, berkarakter Pancasila, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, nasional, dan internasional,” jelasnya.

Pada sektor penelitian, Bhayu menekankan pentingnya pengembangan riset yang berakar pada nilai-nilai Huma Betang dan potensi strategis Kalimantan Tengah. Menurutnya, hasil penelitian harus mampu menghasilkan publikasi internasional, inovasi yang dapat dihilirisasi, hingga menjadi dasar penyusunan kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menilai UPR perlu mengambil peran lebih besar dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pemberdayaan masyarakat adat, penguatan sumber daya manusia lokal, dan pembangunan yang inklusif.

Delapan Program Prioritas

Selain empat misi utama, Bhayu memperkenalkan delapan program prioritas yang akan menjadi fokus kepemimpinannya apabila dipercaya memimpin UPR.

Program pertama adalah reformasi tata kelola berbasis integritas dan kinerja melalui percepatan jenjang karier dosen, peningkatan kapasitas tenaga kependidikan, serta penguatan kesejahteraan sivitas akademika.

Program kedua berfokus pada pengembangan pendidikan dan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal yang memiliki daya saing global. Program ketiga diarahkan untuk mempercepat pencapaian akreditasi unggul bagi UPR dalam empat tahun mendatang.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah peningkatan kualitas infrastruktur akademik dan fasilitas kampus.

“Kita akan melakukan peningkatan infrastruktur akademik, termasuk perbaikan fasilitas listrik, jaringan internet, ruang dosen, perpustakaan, learning management system, dan berbagai sarana pembelajaran digital lainnya,” ujarnya.

Transformasi Digital dan Kemandirian Kampus

Transformasi digital menjadi salah satu agenda penting dalam program Bhayu. Ia merencanakan pengembangan sistem kampus berbasis teknologi melalui penyediaan kartu mahasiswa digital terintegrasi, email kampus untuk seluruh mahasiswa, perpustakaan digital, serta integrasi sistem informasi akademik.

Di bidang riset dan ekonomi, Bhayu juga mendorong penguatan kerja sama dengan dunia industri melalui pengembangan laboratorium sumber daya alam, riset lahan gambut, industri sawit, hingga biodiversitas Kalimantan.

Tak hanya itu, ia menggagas pembentukan UPR Business Incubator Center sebagai wadah pengembangan wirausaha muda berbasis potensi ekonomi kreatif daerah.

Program lainnya yang cukup menarik adalah pengembangan skema carbon trading sebagai salah satu sumber pendapatan alternatif untuk memperkuat kemandirian keuangan universitas.

“Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak kita siapa lagi yang akan melakukannya. Kita harus mulai membangun kemandirian universitas dari sekarang,” tegasnya.

Fokus pada Mahasiswa dan Kampus Inklusif

Bhayu juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan mahasiswa melalui sejumlah program peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja.

Beberapa program yang ditawarkan antara lain pembentukan English Zone, penguatan pusat karier dan job fair, peningkatan sertifikasi kompetensi mahasiswa, hingga program beasiswa berbasis keluarga.

Selain itu, ia mengusulkan pembangunan kampus yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, pengembangan ruang terbuka hijau, serta peningkatan akses layanan kesehatan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan kampus yang mendukung proses belajar, penelitian, dan pengembangan diri mahasiswa secara optimal.

Target UPR Berdampak dan Diakui Global

Melalui visi dan program yang ditawarkan, Bhayu berharap UPR mampu menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing tinggi, memperkuat produktivitas dosen dan tenaga kependidikan, menghadirkan kebijakan berbasis riset bagi pemerintah daerah, serta meningkatkan reputasi universitas di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang akan dijalankannya bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni integritas, kolaborasi, dan dampak.

“Komitmen kepemimpinan yang saya miliki adalah integritas sebagai fondasi, kolaborasi sebagai kekuatan, dan dampak sebagai tujuan. Pada akhirnya yang ingin kita bangun adalah Universitas Palangka Raya yang mampu memberikan manfaat nyata bagi daerah, bangsa, dan dunia,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#bhayu rhama #Huma Betang #bpjs kesehatan #Rektor UPR #universitas palangka raya