September 2026, Seluruh Siswa Sekolah Rakyat Kotim Ditargetkan Tempati Bangunan Permanen

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 18:23 WIB
Bangunan Sekolah Rakyat di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Bangunan Sekolah Rakyat di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 SAMPIT – Seluruh peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kotawaringin Timur (Kotim) ditargetkan sudah menempati sekolah permanen pada September 2026. Hal itu seiring target penyelesaian pembangunan kawasan sekolah yang saat ini masih berlangsung.

Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, mengatakan selama masa transisi, sebagian peserta didik masih menjalani kegiatan belajar di lokasi berbeda demi menjamin keamanan dan kenyamanan mereka, terutama siswa sekolah dasar.

"Mungkin yang siswa lamanya untuk SLTA saja ikut di sini sementara. Sampai September nanti clear semua, baru yang SD dari Islamic Center kita pindahkan semua ke sini, ke sekolah permanen,” kata Hawianan saat kegiatan open house Pra-MPLS SRT 1 Kotim, Kamis (30/7/2026). 

“Karena memang kondisinya belum, terutama juga untuk pengamanan anak-anak yang masih kecil, kami tetapkan di Islamic Center," lanjutnya. 

Ia menjelaskan, pembangunan kompleks Sekolah Rakyat terus dikebut meski kegiatan belajar mengajar telah dimulai. Menurutnya, kondisi bangunan saat ini belum sepenuhnya rampung.

Baca Juga: Pra-MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim Dimulai, Targetkan Tak Ada Lagi Anak Kotim Putus Sekolah karena Miskin

Kendati demikian, Hawianan mengaku optimistis penyelesaian pembangunan dapat segera dituntaskan. Ia bahkan mengaku terharu melihat perubahan kawasan yang sebelumnya berupa hutan kini berdiri kompleks pendidikan yang megah.

"Saya pertama masuk tadi melihat, saya bangga sekali dan terharu. Ternyata kemarin itu hutan dan sekarang sudah bangunan cukup megah," katanya.

Baca Juga: Tahun 2026 Ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim Tampung 270 Peserta Didik Baru

Untuk mendukung operasional sekolah secara penuh, Pemkab Kotim juga terus menyelesaikan berbagai kebutuhan pendukung. Mulai dari aspek perizinan lingkungan, analisis dampak lalu lintas, hingga dukungan layanan kesehatan bagi peserta didik.

Menurut Hawianan, sejumlah organisasi perangkat daerah telah dilibatkan dalam percepatan penyempurnaan kawasan. Ia menegaskan keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terus diperkuat sejak program tersebut mulai dijalankan.

"Selama dua tahun ini, Sekolah Rakyat tidak mungkin berjalan tanpa kolaborasi dan sinergitas kita. Oleh sebab itu, sekali lagi kepada semua pihak saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
sekolah rakyat di Kotim Sekolah Rakyat