Karhutla Mengancam, 3.000 Lebih Mahasiswa UIN Palangka Raya Digembleng Jadi Garda Lingkungan

Kamila • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:36 WIB
Dirjen Pendis Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, M.Ag., saat memberikan sambutan dalam upacara Apel Siaga Pencegahan Karhutla di Lapangan Utama UIN Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).FOTO HUMAS UIN PALANGKA RAYA
Dirjen Pendis Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, M.Ag., saat memberikan sambutan dalam upacara Apel Siaga Pencegahan Karhutla di Lapangan Utama UIN Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).FOTO HUMAS UIN PALANGKA RAYA

 

PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan. Kalangan perguruan tinggi pun turut mengambil peran. Lebih dari 3.000 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya didorong menjadi penggerak masyarakat dalam mencegah kerusakan lingkungan.

Dorongan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, M.Ag., ketika memimpin Apel Siaga Pencegahan Karhutla di Lapangan Utama UIN Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).

Amien menilai keterlibatan mahasiswa sangat penting karena mereka memiliki akses pengetahuan sekaligus berada di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian. Kondisi tersebut menjadi modal untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar ikut menjaga lingkungan dan mencegah munculnya karhutla.

Menurutnya, persoalan lingkungan semakin kompleks seiring ancaman pemanasan global dan perubahan iklim. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui penanganan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi harus dimulai dari perubahan kesadaran dan perilaku masyarakat.

“Problem lingkungan adalah problem bersama. Dengan sumber daya manusia, pengetahuan, dan program pengabdian kepada masyarakat yang dimiliki, kampus harus ikut bergerak,” tegas Amien.

Ia juga mengaitkan upaya tersebut dengan program ekoteologi yang didorong Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar. Konsep itu menempatkan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Bupati Lamandau Bakar Semangat Mahasiswa Baru UIN Palangka Raya

Amien mengatakan pendekatan tersebut sangat sesuai dengan kondisi Kalimantan yang memiliki potensi karhutla. Nilai agama, lanjutnya, tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi harus diwujudkan dalam gerakan bersama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kalimantan salah satu kawasan yang berpotensi karhutla. Maka ekoteologi menjadi jawabannya. Kita tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi bagaimana nilai-nilai keagamaan diwujudkan menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Ia mengapresiasi UIN Palangka Raya yang dinilai telah berupaya membawa konsep ekoteologi keluar dari ruang akademik menuju kegiatan nyata. Menurut Amien, perguruan tinggi harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan lingkungan yang terjadi di sekitarnya.

Mahasiswa yang mengikuti program pengabdian kepada masyarakat (PKM), kata dia, juga memiliki kesempatan besar untuk menjadi agen perubahan. Mereka dapat menyampaikan edukasi sekaligus mengajak masyarakat menerapkan langkah-langkah sederhana untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Amien mengingatkan, gerakan menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai melalui kegiatan berskala besar. Konsistensi dalam melakukan tindakan sederhana justru dapat menjadi fondasi terbentuknya gerakan lingkungan yang lebih luas.

“Terus galakkan dan berpartisipasi, walaupun sedikit, dengan perbuatan nyata. Mulai hari ini mari kita cegah kerusakan lingkungan,” ajaknya.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa tidak berhenti pada apel siaga, tetapi berlanjut dalam aktivitas pengabdian dan kehidupan sehari-hari. Sinergi antara kampus, pemerintah, mahasiswa, serta masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan.

“Selamat kepada UIN Palangka Raya yang telah menerobos tradisi normativitas menjadi implementasi nyata,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
Dirjen Pendis UIN palangka raya karhutla