Menurut laporan dari Marca, sesaat setelah peluit akhir dibunyikan, Neymar yang tampak kesal terlibat adu mulut dengan seorang suporter. Situasi memanas hingga João Paulo, rekan setimnya, harus turun tangan untuk melerai.
Neymar: “Jika Saya Tidak Diinginkan, Saya Siap Pergi”
Tak lama setelah insiden tersebut, Neymar (33) mengunggah pernyataan di media sosial. Ia mengaku kehilangan kesabaran karena mendapat hinaan terhadap keluarganya, sesuatu yang menurutnya tidak bisa ditoleransi. Ia juga menyampaikan ancaman untuk meninggalkan klub, bila para suporter merasa kehadirannya sudah tidak memberikan kontribusi positif.
“Saya datang ke sini mengikuti hati saya. Tapi jika saya dianggap beban, saya siap angkat kaki,” tulis Neymar.
Pernyataan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat pada Juni lalu, Neymar baru saja menandatangani kontrak baru bersama Santos hingga akhir 2025, lengkap dengan opsi perpanjangan. Saat itu, ia menyebut Santos sebagai “rumah” dan tempat di mana ia merasa “benar-benar bahagia”.
Kekalahan dari Internacional membuat posisi Santos kian kritis. Dengan 14 poin dari 15 pertandingan, mereka kini duduk di peringkat ke-17 klasemen zona merah degradasi. Neymar sendiri sudah tampil dalam 16 pertandingan musim ini, mencetak empat gol dan tiga assist, sebuah kontribusi yang dianggap belum cukup menyelamatkan performa tim.
Meski Neymar dikenal sebagai ikon yang kembali ke klub masa kecilnya dengan penuh semangat, tekanan dari hasil buruk mulai memengaruhi atmosfer tim dan hubungannya dengan suporter. Dalam situasi sulit seperti ini, gesekan emosional memang sulit dihindari.
Ancaman Neymar meninggalkan klub tentu menjadi alarm besar bagi manajemen Santos. Di satu sisi, mereka membutuhkan figur sekelas Neymar untuk mengangkat moral tim, namun di sisi lain, mereka juga harus mampu meredam konflik internal demi menjaga keharmonisan ruang ganti.
Kini, semua mata tertuju pada respons klub dan suporter terhadap pernyataan terbuka Neymar. Akankah ia tetap bertahan dan membawa Santos keluar dari keterpurukan, atau memilih mundur dari klub yang ia sebut sebagai “rumah”? (*cha)