Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Tersandera MoU, Pihak SDN 3 Bukit Tunggal Tak Bisa Bersuara atas Kasus Keracunan MBG

Agus Pramono • Rabu, 1 Oktober 2025 | 08:41 WIB
Kepala SDN 3 Bukit Tunggal Sujianto saat menerima tamu dari kepolisian.BUDHI S/KALTENG POS
Kepala SDN 3 Bukit Tunggal Sujianto saat menerima tamu dari kepolisian.BUDHI S/KALTENG POS


PALANGKA RAYA – Keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SDN 3 Bukit Tunggal baru mencuat ke publik. Kasus ini sebenarnya terjadi pada awal September lalu tepatnya pada 4 September 2025.

Ketika itu anak-anak sedang menyantap menu MBG. Ada 27 murid kelas V yang mengalami sakit perut dan muntah-muntah 20 menit setelah mengonsumsi makanan.

Sayangnya, kasus murid keracunan MBG di SDN 3 Bukit Tunggal ini ditutupi. Baru terungkap ke publik setelah tiga minggu berlalu.

Kepala SDN 3 Bukit Tunggal Sujianto mengaku, selama ini pihaknya memilih diam karena adanya aturan dalam MoU yang melarang sekolah mempublikasikan, jika terjadi masalah pada distribusi MBG.

Saya tidak bisa mengekspos hal ini kemarin karena ada larangan di MoU, tepatnya di poin tujuh, ujarnya saat ditemui awak media di SDN 3 Bukit Tunggal, Selasa (30/9/2025).

Sujianto menjelaskan makanan MBG datang pukul 9:40 WIB dan pada istirahat kedua murid makan, gejala sakit perut dan muntah-muntah mulai dialami siswa sekitar 20 menit setelah mengonsumsi makanan.

"Anak-anak mengalami sakit selama kurang lebih dua jam. Setelah itu kondisi mereka kembali pulih dan bisa beraktivitas kembali,"jelasnya.

Sujianto juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SPPG yang sigap merespons. Dirinya berterima kasih kepada Ibu Situ Nur Hazizah.

"Begitu saya telepon, beliau langsung datang ke sekolah, bahkan mengganti biaya pembelian susu setril untuk siswa,"ungkapnya.

Sujianto berharap insiden ini menjadi yang terakhir. Ia menilai program MBG sebenarnya baik bagi siswa, asal distribusi dilakukan dengan benar.

"Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi, baik di sekolah kami maupun sekolah lainnya. Karena program ini sangat bagus,"ujarnya.

 

Dinkes Kesulitan Ungkap Penyebab

Dinkes Palangka Raya bersama Polda Kalteng juga turun mendatangi sekolah tersebut, menggali lebih jauh terkait kasus yang terjadi.

Dalam pertemuan itu, pihak sekolah menyampaikan kronologi peristiwa keracunan massal.

Dinkes menyayangkan keterlambatan laporan tersebut. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mengidentifikasi penyebab keracunan karena murid sudah kembali pulih.

"Sangat disayangkan laporan baru diterima sekarang, jadi sulit menelusuri penyebabnya. Karena anak-anak sudah sehat,"ujar salah satu staf Dinkes bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2).

Sementara itu perwakilan Polda Kalteng Iptu Usman menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini untuk memastikan ada atau tidak unsur kesengajaan.

"Kita akan telusuri kasus ini. Jika ada kesengajaan, tentu akan kita tindak secara pidana terhadap pihak penyedia MBG," tegasnya.


Pihak BGN Meminta Maaf

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kalteng Elisa Agustino menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas insiden tersebut.

"Saya di sini mewakili BGN memohon maaf atas apa yang terjadi di SDN 3 Bukit Tunggal. Tentu ini menjadi pelajaran berharga untuk ke depannya," ucapnya.

Elisa juga mengapresiasi langkah cepat Kepala SDN 3 Bukit Tunggal Sujianto yang berinisiatif memberikan penanganan awal kepada siswa.

"Saya sangat menghargai langkah yang Bapak ambil dengan membeli susu setril untuk anak-anak yang terdampak,"katanya.

Atas kejadian ini, BGN Kalteng mengimbau seluruh SPPG di wilayah Kalteng agar lebih teliti dan berhati-hati dalam mengolah makanan, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang.(chi/ala)

Kebersamaan panitia dan dosen pendamping PPG Unima dalam kegiatan orientasi mahasiswa guru PPG Tahap 3 yang diikuti 2.000 peserta secara daring.
Kebersamaan panitia dan dosen pendamping PPG Unima dalam kegiatan orientasi mahasiswa guru PPG Tahap 3 yang diikuti 2.000 peserta secara daring.
Editor : Ayu Oktaviana
#sakit perut #polda kalteng #anak anak #Mbg #susu steril #Badan Gizi Nasional (BGN) #Makan Bergizi Gratis (MBG) #keracunan massal #insiden #SDN 3 Bukit Tunggal #pidana #keracunan