Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Fakta-Fakta Pencurian Sawit di Seruyan: Anak Kecil Diajak Orang tuanya Mencuri, Sawit Ditukar Dengan Sabu

Agus Pramono • Senin, 27 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Pelaku pencurian buah sawit.
Pelaku pencurian buah sawit.

 

PALANGKA RAYA-Beberapa waktu lalu, pihak kepolisian menangkap beberapa orang yang kedapatan mencuri sawit di kebun milik perusahaan di Kabupaten Seruyan. Yang disesalkan, ada anak di bawah umur yang menjadi pelaku.

Terkait anak di bawah umur yang ditangkap aparat kepolisian saat ikut menjarah, berdasarkan keterangan E, sumber Kalteng Pos, menyebut anak tersebut kini sudah bebas dan di bawah pengawasan Dinas Sosial. Ia diberikan diversi oleh pihak berwajib usai dilakukan musyawarah pada Senin (20/10/2025) lalu.

Anak itu membuka fakta jika memang narkoba menjadi pemicu aksi pencurian. Dia mengaku mengetahui di mana tempat pamannya yang turut ditangkap lantaran mencuri sawit membeli sejumlah narkoba.

E mengungkap, di sana para orang tua berani mengonsumsi narkoba langsung di hadapan anak-anak mereka.

Dari sebuah video yang beredar, anak itu mengaku bahwa pamannya membeli narkoba pada seseorang berinisial D. Dirinya juga menyebutkan dua nama lain.

“Mereka itu di rumahnya langsung mengonsumsi di hadapan anak-anaknya. Di sana mengonsumsi narkoba udah kayak merokok,” jelas E kepada Kalteng Pos, Minggu (26/10/2025).

Penahanan anak tersebut bukan tanpa alasan. Pihak perusahaan meminta agar ia turut ditahan. Tangannya bahkan harus diborgol petugas dari tempat kejadian perkara (TKP) hingga Palangka Raya.

Namun, karena ia masih di bawah umur dan keikutsertaannya karena diajak oleh orang tuanya, maka ia diputuskan diversi.

Diversi sendiri adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana formal ke penyelesaian di luar pengadilan.

Tujuannya adalah untuk mencapai perdamaian, menghindari anak dari hukuman penjara, serta menanamkan rasa tanggung jawab dan mendorong partisipasi masyarakat.

“Si anak sudah selesai diversinya di Polda,” bebernya.

Sementara itu, empat orang tersangka lainnya masih berstatus tersangka dengan tuduhan pencurian. Di antara mereka juga bahkan terdapat residivis.

“Empat orang lainnya proses hukum. Yang satunya itu residivis lagi,” katanya.

Dari desas-desus yang didapat E, ada sejumlah oknum aparat yang bermain di wilayah tersebut. Jika kendaraan yang masuk adalah kendaraan bak terbuka, maka mereka akan dikenakan biaya. Namun, kelima orang yang ditangkap menaiki motor sehingga dilakukan penangkapan.

“Beberapa orang cerita, pikap itu kalau masuk bayar. Tapi karena mereka (pelaku yang tertangkap, red) naik motor, kecil juga setorannya akhirnya tangkap aja,” tuturnya.

Dirinya menyebut, wilayah Seruyan Tengah banyak terdapat penyebaran narkoba.

Menurutnya, di wilayah setempat para penggarong (pencuri sawit, red) justru memiliki perekonomian yang tidak sesuai. Hal itu menjadi pertanda bahwa pengonsumsi narkoba di wilayah setempat memang besar.

“Logikanya mereka yang menggarong itu harusnya kelihatan hasilnya. Ini enggak. Yang miskin tambah miskin, rumah tangga hancur,” sebutnya.

Sawit ditukar dengan sabu

Dirinya menyebut, pihak penyuplai narkoba di sana tidak terlepas dari pihak peron (pengepul) sawit. Mereka (peron, red), lanjut E, harus menyuplai barang haram itu agar bisa mendapatkan buah.

“Peron itu kalau gak menyuplai narkoba, mereka (penggarong, red) gak mau jual buah untuk peron ini. Tapi bukan pemilik peron yang menyediakan. Ada orang lain di luar lingkungan peron itu,” sebutnya.

E berharap Kapolres setempat bisa melakukan tindakan terhadap penyebaran narkoba. Terlebih lagi terhadap oknum aparat yang diduga juga ikut serta.

“Tindak anak buahnya aja dulu yang benar. Yang lapor saya sendiri kemarin. Saya sampaikan ke Kapolres, gak dibalas. Kalau gak saya viralkan kemarin, gak dipanggil itu polisi,” sampainya.

E cukup prihatin dengan keadaan kampung halamannya itu. Dirinya berharap ada perhatian dari aparat setempat untuk bisa menghentikan pengedaran narkoba di wilayah tersebut.

Editor : Ayu Oktaviana
#ekonomi #dinas sosial #pengedaran narkoba #aparat kepolisian #narkoba #sabu #tempat kejadian perkara #buah sawit #penjara #pencuri sawit