SAMPIT – Koordinator lapangan (korlap) aksi unjuk rasa Tantara Lawung Adat Mandau Talawang, Wanto, akhirnya angkat bicara setelah dilaporkan ke Polres Kotawaringin Timur atas dugaan pencemaran nama baik oleh Ketua DPRD Kotim, Rimbun.
Wanto menegaskan, pernyataan yang ia sampaikan saat orasi di depan Gedung DPRD Kotim merupakan bagian dari hak menyampaikan pendapat di muka umum yang dijamin undang-undang.
“Apa yang saya sampaikan itu sudah mengacu pada hak kami sebagai orang yang berorasi. Terkait benar atau tidak, kita persilakan kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Klaim Punya Bukti, Siap Dibuka di Pengadilan
Ia menyebut tudingan yang dilontarkan dalam orasi bukan tanpa dasar. Menurutnya, terdapat sejumlah bukti berupa video maupun dokumen tertulis. Namun, bukti tersebut tidak akan dipublikasikan dan hanya akan disampaikan melalui jalur hukum.
“Sekalipun kami punya bukti, tidak akan kami sampaikan di depan umum. Apabila beliau keberatan silakan laporkan. Kami siap memberikan bukti-bukti itu di pengadilan,” tegasnya.
Wanto menilai, tudingan yang muncul dalam aksi seharusnya dijawab secara terbuka di hadapan publik, bukan langsung dibawa ke ranah hukum. Ia mengaku kecewa atas langkah pelaporan tersebut.
“Seyogianya selaku Ketua DPRD, baik secara pribadi maupun sebagai pimpinan lembaga, menjawab apa yang kami tanyakan di depan umum. Tidak harus serta merta melaporkan saya sebagai korlap. Saya sebagai rakyat kecewa dengan tindakan seperti itu,” katanya.
Bantah Fitnah, Siap Kooperatif
Wanto juga membantah bahwa orasinya merupakan fitnah. Ia menegaskan siap membuktikan seluruh pernyataannya apabila proses hukum berlanjut.
“Kalau kami dikatakan memfitnah, pasti kami sudah siap membuktikan. Ada asap pasti ada api. Dugaan ini bukan hanya itu, ada hal-hal lain yang belum diketahui,” ucapnya.
Meski demikian, hingga saat ini ia mengaku belum menerima panggilan resmi dari pihak kepolisian. Namun ia memastikan akan bersikap kooperatif apabila dimintai keterangan.
“Sampai saat ini belum ada panggilan. Seandainya ada, kami siap,” tandasnya.
(mif/ram)