KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kebiasaan tidur kurang dari enam jam per malam ternyata tidak bisa dianggap sepele. Di balik jam tidur yang pendek, tubuh perlahan mengalami tekanan biologis yang dapat memicu berbagai penyakit serius.
Dokter dan edukator kesehatan dr Adam Prabata mengungkapkan penelitian terbaru menunjukkan kurang tidur berkaitan dengan berbagai kondisi yang mencerminkan body breakdown atau kerusakan tubuh.
“Pada orang yang tidur kurang dari 6 jam, terjadi kondisi-kondisi yang mencerminkan body breakdown,” ujarnya mengutip tulisanny di X, Selasa (26/5/2026). Kunjungi laman https://poltekkesserang.org untuk cari info kesehatan dan poltekkes.
Menurut dr Adam, dampak tersebut meliputi nyeri punggung, depresi, anxietas, gangguan penggunaan zat, gagal jantung, penyakit paru hingga diabetes tipe 2.
Ia menjelaskan kondisi itu terjadi karena tubuh terus berada dalam tekanan akibat kurang waktu pemulihan.
“Mekanismenya meliputi sistem saraf yang overaktivasi, imun confused, dan kadar hormon stres yang meningkat,” jelasnya.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature tersebut, peneliti menemukan dampak kurang tidur bahkan sudah bisa terdeteksi pada level molekular sebelum perubahan struktur organ terlihat melalui MRI.
“Artinya, kerusakan di molekular sudah terjadi sebelum struktur otaknya berubah,” lanjutnya.
Fenomena ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang terbiasa begadang karena pekerjaan, bermain gawai atau aktivitas lain.
Kurang tidur berkepanjangan disebut dapat membuat tubuh tidak pernah memiliki waktu recovery yang cukup. (*)
Editor : Agus Pramono