Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

BPBD Kotim Catat 36 Kejadian Karhutla Sepanjang Tahun 2025, Mentawa Baru Ketapang Tertinggi

Agus Pramono • Rabu, 31 Desember 2025 | 10:35 WIB
Pemadaman karhutla oleh petugas BPBD. BPBD KOTIM
Pemadaman karhutla oleh petugas BPBD. BPBD KOTIM

SAMPIT-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat sebanyak 36 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah kecamatan sepanjang tahun 2025.

Dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan rekapitulasi kejadian karhutla tersebut menjadi bahan evaluasi penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di wilayah Kotim.

“Berdasarkan rekapitulasi BPBD, selama tahun 2025 tercatat 36 kejadian karhutla yang tersebar di beberapa kecamatan,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mencatat 17 kejadian, disusul Kecamatan Baamang dengan 8 kejadian. Sementara Kecamatan Mentaya Hilir Selatan tercatat 3 kejadian, dan Kecamatan Seranau sebanyak 2 kejadian.

Adapun kecamatan lain mencatat masing-masing satu kejadian, yakni Kecamatan Cempaga, Pulau Hanaut, Kota Besi, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara, dan Parenggean.

“Wilayah perkotaan masih menjadi lokasi yang banyak terjadinya kebakaran lahan,” jelasnya.

Multazam menegaskan, meski jumlah kejadian dapat ditangani, karhutla tetap menjadi ancaman serius terutama pada musim kemarau. Karena itu, BPBD Kotim terus mengedepankan langkah pencegahan melalui kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor.

“Data ini menjadi dasar kami untuk memperkuat upaya pencegahan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan kesiapan personel di lapangan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.

“Peran serta masyarakat sangat penting. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan,” pungkasnya.(mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#penanggulangan bencana #kebakaran lahan #kebakaran hutan #karhutla #cempaga #mentawa baru ketapang #musim kemarau #bpbd #titik api #Kecamatan Baamang #kotawaringin timur