SAMPIT – Kekurangan air bersih yang melanda Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ternyata berlangsung selama dua minggu terakhir. Dalam kurun waktu itu, warga terpaksa bertahan dengan mengandalkan sisa stok air yang ditampung di drum, profil tank, serta penampungan air hujan.
Kepala Desa Bagendang Permai, Kuryadi, mengatakan krisis air ini paling dirasakan oleh warga yang belum terjangkau jaringan PDAM. Bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah masih bersifat terbatas dan difokuskan pada wilayah yang benar-benar tidak memiliki akses air perpipaan. Di Jalan Anang Asran RT 1 RW 1 ada 73 kepala keluarga (KK) yang dibantu, dan di RT 6 sekitar 15 KK dari total 89 KK.
“Jadi memang masih ada warga lain yang belum dapat bantuan air, karena sebagian rumah sudah teraliri jaringan PDAM. Fokus bantuan ini untuk warga yang tidak ada PDAM dan hanya mengandalkan air hujan,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Selain itu, bantuan suplai air juga disalurkan ke wilayah Jalan Poros HM Arsyad Kilometer 28 yang mencakup sekitar 15 kepala keluarga. Namun, Kuryadi mengakui, distribusi tersebut belum mampu menjangkau seluruh warga terdampak kekeringan.
Menurutnya, selama dua minggu terakhir masyarakat hanya mengandalkan ketersediaan air yang tersimpan di drum dan profil tank yang ada di rumah masing-masing. Kondisi ini membuat kebutuhan air untuk konsumsi, mandi, dan aktivitas rumah tangga lainnya menjadi sangat terbatas.
“Krisis air bersih ini sudah berlangsung dua minggu. Selama itu warga masih bertahan dari stok air yang ditampung di drum atau profil tank. Kalau hujan turun, baru bisa sedikit menambah cadangan,” jelasnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah desa berencana kembali mengajukan permohonan bantuan suplai air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Usulan lanjutan itu akan difokuskan pada wilayah RT 4 dan RT 5 yang dinilai masih sangat membutuhkan pasokan air bersih tambahan.
“Kami akan mengusulkan lagi ke BPBD untuk bantuan suplai air bersih minggu depan, karena RT 4 dan RT 5 masih sangat memerlukan air bersih,” bebernya.
Ia juga memaparkan bahwa sejak 2023 hingga 2025, pemerintah desa telah menyalurkan bantuan profil tank kapasitas 700 liter secara bertahap melalui Dana Desa (Dandes) untuk memperkuat ketahanan air masyarakat.
Di RT 1, sebanyak 73 rumah telah menerima bantuan profil tank pada 2023. RT 3 memperoleh 34 unit profil tank pada 2025 dari total 69 rumah, meski sebagian belum terbantu akibat keterbatasan anggaran. Sementara RT 4, RT 5, dan RT 6 telah menerima bantuan profil tank secara menyeluruh pada 2024 dan 2025.
“Bantuan profil tank ini sangat membantu warga untuk menyimpan air, tapi kalau suplai air tidak ada dan hujan tidak turun, tetap saja masyarakat kesulitan. Karena itu, suplai air bersih masih sangat dibutuhkan,” pungkasnya.
BPBD Kotim sendiri telah menyalurkan air bersih pada Kamis (29/1/2026. Kedatangan tim disambut dengan guyuran hujan di wilayah setempat. Total ada 22 ribu liter air bersih yang diberikan dengan lima armada. Tiga unit berkapasitas empat ribu liter dan sisanya lima ribu liter. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana