Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

TMMD Ke-127 Bangun Drainase di Pedalaman Antang Kalang, TNI dan Warga Gotong Royong Perbaiki Infrastruktur Desa

Agus Pramono • Jumat, 13 Maret 2026 | 15:00 WIB

Warga dan TNI bahu membahu membangun Drainase sepanjang 325 meter. PENREM
Warga dan TNI bahu membahu membangun Drainase sepanjang 325 meter. PENREM

 

SAMPIT-Terik matahari menyengat siang itu di pedalaman Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Debu tanah merah beterbangan ketika alat berat meratakan badan jalan desa.

Tak jauh dari sana, sejumlah prajurit TNI bersama warga Desa Tri Buana bekerja menyusun batu untuk dinding drainase. Ember berisi adukan semen berpindah tangan, sementara molen kecil terus berputar mencampur pasir dan semen.

Di tengah aktivitas itu, Komandan Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1015/Sampit, Letkol Inf Dwi Chandra Setiawan, berdiri mengawasi pekerjaan.

Ia mengingatkan pentingnya kualitas pembangunan drainase sepanjang 325 meter yang tengah dikerjakan. Saluran air itu dibangun agar jalan desa tidak lagi rusak akibat genangan saat musim hujan.

Drainase tersebut merupakan salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 di Kecamatan Antang Kalang.

Program ini bertujuan memperbaiki infrastruktur desa yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Selama bertahun-tahun, warga setempat harus berjuang melewati jalan berlumpur ketika hujan turun. Sepeda motor sering harus dituntun, bahkan truk pengangkut hasil kebun kerap terperosok di jalan tanah yang rusak.

Melalui TMMD, kondisi itu mulai berubah. Satgas bersama masyarakat melakukan berbagai pembangunan, antara lain pembuatan siring kanan kiri jalan sepanjang 325 meter, penimbunan jalan di Desa Baru Agung sepanjang 230 meter, Desa Bukit Indah sepanjang 240 meter, serta Desa Batu Agung sepanjang 1.734 meter.

Selain itu, dibangun pula siring box berukuran lebar 5 meter dan tinggi 1,8 meter, serta dilakukan rehabilitasi dua jembatan kayu di Desa Bukit Indah dan Desa Tri Buana. Jalan yang sebelumnya berlumpur kini lebih padat dan mudah dilalui warga.

Namun TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik juga dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Satgas memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi bela negara, edukasi bahaya narkoba, hingga penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Program sosial juga digelar, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, imunisasi, pelayanan posyandu, serta pembagian paket sembako bagi warga yang membutuhkan.

Program TMMD juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan lima unit sumur bor untuk akses air bersih, rehabilitasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), rehabilitasi lima unit MCK, perehaban gereja desa, serta pembangunan tempat wudhu mushola.

Selain itu dilakukan pula penyuluhan stunting, penghijauan dengan penanaman pohon keras, pembersihan lingkungan dan sungai, serta program ketahanan pangan berupa penyerahan kolam ikan, bibit ikan, dan bibit pohon buah kepada masyarakat.

Salah satu penerima manfaat program RTLH adalah Sumardi, warga Desa Bukit Indah. Rumahnya yang sebelumnya bocor kini telah diperbaiki sehingga lebih layak ditempati.

“Dulu kalau hujan malam air masuk dari atap, kami sering tidak bisa tidur. Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya.

Pelaksanaan TMMD kali ini juga berlangsung di tengah bulan suci Ramadan. Meski menjalani ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja bersama warga dari pagi hingga sore hari. Saat senja tiba, mereka berbuka puasa bersama dan melanjutkan kebersamaan dengan salat tarawih berjamaah di mushola desa.

Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat itulah yang menjadi kekuatan utama program ini.

TMMD Ke-127 resmi ditutup pada 11 Maret 2026 oleh Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Sugiyono.

Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud kemanunggalan TNI dan rakyat untuk memastikan pembangunan menjangkau desadesa yang membutuhkan.

Setelah 30 hari pelaksanaan, Antang Kalang kini mulai berubah. Jalan lebih baik, drainase berfungsi, jembatan lebih kuat, dan rumah warga lebih layak.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD meninggalkan cerita tentang kebersamaan antara prajurit dan rakyat yang bekerja bersama membangun desa, serta menumbuhkan harapan bahwa perubahan dapat dimulai dari pelosok negeri. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Program TMMD #gotong royong #tmmd #Kodim 1015/Sampit #drainase #pelosok negeri #Rumah tidak layak huni (RTLH) #tni #kemanunggalan TNI #TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) #Kabupaten Kotawaringin Timur #pelayanan posyandu #prajurit tni #bibit pohon