Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Momen Natal dan Tahun Baru 2026 di Kalteng Dihantui Dengan Potensi Cuaca Ekstrem

Agus Pramono • Jumat, 26 Desember 2025 | 10:30 WIB
Gubernur Agustiar Sabran mengecek informasi cuaca di Bandara Tjilik Riwut.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Gubernur Agustiar Sabran mengecek informasi cuaca di Bandara Tjilik Riwut.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan kesiapan penuh seluruh sektor transportasi menjelang arus Natal dan Tahun Baru 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Yulindra Dedy menyampaikan, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis, termasuk posko terpadu dan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan pelayanan transportasi, dan pengamanan selama masa Nataru.

“Pengawasan dilakukan secara terpadu. Di bandara ada Angkasa Pura, perwakilan kementerian, hingga posko terpadu provinsi. Jika ditemukan laporan tarif tidak sesuai, akan segera kami tindak lanjuti dan dikoordinasikan ke kementerian terkait,” tegasnya.

 

Potensi cuaca ekstrem

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Agung Sudiono Abadi mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru.

Berdasarkan prediksi, wilayah Kalimantan Tengah saat ini memasuki puncak musim hujan dengan potensi hujan lebat pada sore hingga malam hari yang disertai angin kencang.

“Kami imbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca, baik peringatan dini harian, tiga harian, maupun tujuh harian. Secara umum hingga akhir Nataru kondisi masih aman, namun kewaspadaan tetap diperlukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, cuaca ekstrem dapat memengaruhi jarak pandang (visibility) penerbangan, terutama saat sore hari.

Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat berdampak pada jadwal keberangkatan maupun pendaratan pesawat.

Menanggapi hal tersebut, General Manager AirNav Indonesia Cabang Palangka Raya, Hermawansyah menegaskan bahwa faktor cuaca saat ini menjadi penyebab paling signifikan yang memengaruhi operasional penerbangan. Oleh karena itu, koordinasi intensif terus dilakukan bersama BMKG dan pihak bandara.

“Kami siap beroperasi 24 jam. Palangka Raya bahkan disiapkan sebagai bandara alternatif bagi beberapa bandara sekitar seperti Banjarmasin dan Balikpapan, jika terjadi gangguan cuaca di wilayah tersebut,” jelasnya.

 


Hak penumpang diperhatikan

Dari sisi pengelola bandara, General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan menyampaikan bahwa seluruh fasilitas dan personel telah disiagakan penuh. Selain kesiapan operasional, pihak bandara juga menerapkan SOP delay management untuk memastikan hak-hak penumpang tetap terpenuhi apabila terjadi penundaan penerbangan.

“Hingga saat ini, delay management berjalan baik dan belum ada isu signifikan terkait penundaan penerbangan. Penumpang tetap mendapatkan informasi dan pelayanan sesuai ketentuan,” katanya.

Data sementara mencatat, sejak posko Nataru dibuka, total pergerakan penumpang di Bandara Tjilik Riwut telah mencapai sekitar 24 ribu orang, baik datang maupun berangkat. Puncak arus diperkirakan terjadi pada 24 Desember dengan sekitar 3.400 penumpang, sementara puncak arus balik diprediksi pada 4 Januari 2026 dengan estimasi hampir 3.800 penumpang. (zia/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#musim hujan #cuaca ekstrem #gangguan cuaca #agustiar sabran #informasi cuaca #Posko Nataru #sektor transportasi #bmkg #arus balik #palangka raya #bandara tjilik riwut palangka raya #angkasa pura #jadwal keberangkatan