PALANGKA RAYA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir dan daratan Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob dan hujan sedang hingga lebat pada awal Januari 2026.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul adanya fenomena fase Perigee dan Bulan Purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut, bersamaan dengan aktifnya dinamika atmosfer yang memicu peningkatan curah hujan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini, menjelaskan bahwa potensi banjir pesisir (rob) diperkirakan terjadi pada 1–10 Januari 2026, terutama di wilayah pesisir Kalimantan Tengah.
“Fenomena Perigee dan Bulan Purnama dapat menyebabkan kenaikan tinggi muka air laut maksimum. Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir rob di wilayah pesisir, terutama pada daerah yang topografinya rendah,” ujar Neng Arini, Jumat (2/1/2026).
Wilayah pesisir yang perlu mewaspadai dampak rob antara lain Kumai, Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pembuang, Sampit, serta kawasan pesisir lainnya yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa.
BMKG mengingatkan potensi gangguan aktivitas masyarakat, mulai dari pemukiman pesisir, pelabuhan, tambak, hingga aktivitas perikanan.
Selain ancaman rob, BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca di Kalimantan Tengah pada periode 2–8 Januari 2026 didominasi berawan hingga hujan, dengan peluang hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
“Sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat perlu mewaspadai dampak ikutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” kata Neng Arini.
Wilayah yang berpotensi terdampak hujan intens antara lain Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Raya, Gunung Mas, Murung Raya, hingga Kota Palangka Raya.
Untuk wilayah perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Selatan Kalimantan Tengah berada pada kisaran 0,5 hingga 2 meter, tergolong rendah hingga sedang.
Namun nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta berhati-hati, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang.
“Walaupun tinggi gelombang masih dalam kategori rendah hingga sedang, kondisi cuaca yang cepat berubah tetap perlu diantisipasi, khususnya oleh nelayan dan aktivitas pelayaran skala kecil,” tambahnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru, memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama awal Januari 2026.(*rif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana