Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sawit Jangan Dipandang sebagai Ancaman, Tata Kelola Baik Bisa Jadi Mitra Konservasi

Agus Pramono • Rabu, 25 Maret 2026 | 16:30 WIB

Pemanen sawit di kebun. AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Pemanen sawit di kebun. AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

PALANGKA RAYA – Industri kelapa sawit di Kalimantan Tengah terus bertransformasi menuju praktik yang lebih ramah lingkungan. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mendorong keberlanjutan melalui penerapan inovasi hijau dan perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang, menyatakan bahwa paradigma industri sawit kini tidak lagi semata berorientasi pada produksi, melainkan juga menjaga keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Kami tidak ingin sawit dipandang sebagai ancaman. Justru dengan tata kelola yang baik, sawit bisa menjadi mitra konservasi,” tegas Rawing, baru-baru ini.

Menurutnya, seluruh perusahaan anggota GAPKI Kalteng telah mengadopsi prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya. Hal tersebut diwujudkan melalui penerapan standar ramah lingkungan, termasuk perlindungan kawasan High Conservation Value (HCV) seperti hutan riparian, lahan gambut, serta habitat satwa endemik.

Rawing menjelaskan, inovasi hijau menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi industri sawit. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari penggunaan teknologi yang lebih efisien hingga pengelolaan limbah yang lebih baik.

“Sejumlah perusahaan sudah mengolah limbah cair menjadi energi biogas dan menerapkan sistem irigasi presisi untuk menghemat penggunaan air. Ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga mengurangi jejak karbon,” ujarnya.

Selain itu, GAPKI Kalteng juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di sektor perkebunan sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan menjaga keberlanjutan ekosistem.

Ia menekankan, keberhasilan penerapan sawit berkelanjutan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

“GAPKI berperan sebagai jembatan komunikasi untuk memastikan program keberlanjutan berjalan seimbang, menyentuh aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada lingkungan, inovasi hijau juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Program pemberdayaan petani, peningkatan kesejahteraan, hingga dukungan terhadap ketahanan pangan menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

“Keberlanjutan bukan hanya soal menjaga alam, tetapi juga memastikan masyarakat di sekitar perkebunan merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” tambah Rawing.

Dengan langkah tersebut, GAPKI Kalteng optimistis industri kelapa sawit di daerah mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penjaga ekosistem di tengah tuntutan global terhadap praktik usaha yang berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sawit Kalteng bisa tumbuh sebagai kekuatan ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.(ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#kelestarian lingkungan #ketahanan pangan #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) #sawit #rawing rambang #Gapki Kalteng #kelapa sawit #inudstri sawit #satwa endemik #Energi biogas