KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Banyak orang menganggap tidur lama selalu identik dengan tubuh yang sehat dan segar.
Melansir dari https://poltekkestangerang.org, penelitian terbaru justru menemukan bahwa tidur berlebihan juga dapat berkaitan dengan sejumlah gangguan kesehatan mental dan neurologis.
Dokter dan edukator kesehatan dr Adam Prabata menyebut hasil analisis DNA dan protein dalam penelitian terbaru menemukan orang yang tidur lebih dari delapan jam memiliki hubungan dengan sejumlah kondisi tertentu.
“Orang yang tidur lebih dari 8 jam berasosiasi dengan kondisi-kondisi tertentu antara lain depresi mayor, skizofrenia, ADHD, migrain, dan bipolar,” ujarnya mengutip tulisannya di X, Selasa (26/5/2026).
Meski begitu, dr Adam menegaskan tidur panjang bukan berarti menjadi penyebab utama penyakit tersebut. Dalam banyak kasus, tidur terlalu lama justru dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang sudah berkembang di dalam tubuh.
“Nah tapi, di kondisi ini tidur panjang bukan penyebab, tapi adalah gejalanya,” jelasnya.
Ia mengatakan ketika seseorang mulai membutuhkan waktu tidur lebih dari delapan jam tanpa alasan jelas, kondisi tersebut patut diwaspadai.
“Ketika seseorang mulai butuh tidur lebih dari 8 jam tanpa alasan jelas, ada gangguan neurologis atau metabolik yang kemungkinan sudah berjalan di balik layar,” lanjutnya.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature pada Mei 2026 itu dilakukan terhadap lebih dari 500 ribu orang dan meneliti hubungan antara durasi tidur dengan berbagai jam biologis tubuh.
Temuan ini menunjukkan bahwa menjaga durasi tidur tetap seimbang menjadi hal penting bagi kesehatan. Tidur terlalu sedikit maupun terlalu lama sama-sama dapat menjadi sinyal adanya masalah pada tubuh yang tidak boleh diabaikan. (*)
Editor : Agus Pramono