SAMPIT - Meski sudah beberapa bulan berjalan, nampaknya Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih harus menghadapi kendala besar.
Koperasi yang diresmikan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran itu terkendala modal dari pusat yang hingga saat ini tak kunjung cair.
Lurah Mentawa Baru Hilir, Rita Purwanto, menjelaskan pihaknya sudah melakukan persyaratan yang dibutuhkan hingga pembukaan rekening.
Namun, hingga saat ini ia tak kunjung menerima kejelasan terkait dana yang dikucurkan oleh pusat.
"Semuanya sudah kita lengkapi. Tapi dananya gak cair. Alasannya masih menunggu arahan pusat," ujarnya saat dibincangi di kantornya, Selasa (14/10/2025).
Ia menjelaskan, selama ini koperasi yang dijalankan di MB Hilir merupakan hasil swadaya. Selain itu, untuk pasokan beras pihaknya juga membeli dari Bulog agar memenuhi bahan di koperasi tersebut.
"Kami modal keyakinan saja. Orang yakin menaruh barang dengan kita. Itulah yang kita putar terus menerus," ungkapnya.
Menurutnya, saat ini KMP di wilayah setempat cukup membantu masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari intensitas kunjungan masyarakat yang berbelanja.
"Kalau di sini ramai saja orang membeli. Kita cuma kekurangan modal saja," jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini KMP ditingkat kelurahan tidak dapat disamakan dengan KMP ditingkat desa. Hal itu karena KMP di desa masih bisa mengandalkan dana desa (DD).
"Kalau desa ada DD. Kalau kita gak ada. Makanya saya bilang hanya modal keyakinan dan kepercayaan rekan-rekan," katanya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat segera melakukan pencairan dana tersebut. Sehingga koperasi di wilayah setempat dapat berjalan maksimal.
“Harapan agar menjadi perhatian pemerintah pusat dan DPRD Kotim sehingga bantuan modal bisa segera dicairkan,” imbuhnya. (mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana