Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

BNN Kotim Menyasar Kawasan Belakang Golden Sampit, Inilah yang Akan Dilakukan

Agus Pramono • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:35 WIB
Kepala BNN Kotim, AKBP Muhammad Fadli
Kepala BNN Kotim, AKBP Muhammad Fadli

 

SAMPIT-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai merumuskan langkah khusus untuk penanganan kawasan yang diindikasikan kuat sebagai titik peredaran narkotika di Kota Sampit, khususnya area yang dikenal masyarakat sebagai belakang Golden.

Kawasan tersebut disebut menjadi lokasi yang kerap muncul dalam laporan, sosialisasi, maupun hasil pemetaan BNN.

Kepala BNN Kotim, AKBP Muhammad Fadli, mengatakan rapat koordinasi lintas pihak digelar sebagai langkah awal agar penanganan dilakukan secara terarah.

“Setiap kali kami melakukan sosialisasi, baik ke pelajar, mahasiswa, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga ke dua desa, arahnya selalu ke belakang Golden. Artinya, di depan mata kita sendiri ada permasalahan yang tidak bisa kita biarkan,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Menurut Fadli, inisiatif penanganan kawasan itu disepakati bersama Ketua DPRD Kotim saat pertemuan akhir pekan lalu.

Dari hasil diskusi tersebut, diputuskan rapat koordinasi digelar dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan. Dalam rapat itu, seluruh pihak sepakat bahwa pendekatan pencegahan harus dikedepankan.

“Nanti lurah mengumpulkan para ketua RT dan RW di lingkup belakang Golden untuk membahas akar masalahnya,” katanya.

Fadli menegaskan bahwa masyarakat setempat tidak bisa serta-merta dicap sebagai pelaku. Menurutnya, tidak semua warga terlibat, meski aktivitas mencurigakan memang ditemukan pada titik tertentu.

“Kemarin tim BNN turun ke lokasi, berjalan seperti biasa. Ada beberapa titik yang kami lihat mencurigakan, tetapi tidak berarti semua warga terlibat. Karena itu, pendekatan kami adalah membina, bukan langsung menuduh,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pencegahan yang dilakukan tidak ditujukan kepada para bandar, melainkan kepada warga yang berpotensi menjadi korban maupun pengguna baru.

“Kalau bandar tetap kita tindak secara hukum. Pencegahan ini untuk masyarakat awam agar mereka bisa menolak kehadiran bandar dan tidak terjerumus menjadi pengguna,” kata Fadli.

Fadli menambahkan bahwa seluruh pihak tidak membantah indikasi kuat bahwa kawasan belakang Golden menjadi lokasi aktivitas peredaran narkotika. Ia menegaskan bahwa BNN ingin mengubah citra tersebut melalui langkah kolaboratif.

“Tujuan kami jelas. Membuat kawasan itu bersih dari narkoba, atau bersinar. Itu yang sedang kami mulai,” tutupnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#pencegahan #narkoba #peredaran narkotika #bnn #narkotika #dprd kotim #AKBP Muhammad fadli