Jumat, April 4, 2025
25 C
Palangkaraya

DLH Barsel Mulai Operasionalkan Sanitary Landfill

BUNTOK โ€“ Sejak dibuatnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barsel sudah mulai mengoperasionalkan Sistem Sanitary Landfill (SL),yakni dengan melakukan penimbangan sampah yang masuk.

โ€œDimana setiap armada truk pengangkut sampah yang masuk ke TPA kita lakukan penimbangan untuk mengetahui seberapa banyak sampah yang dihasilkan,โ€ kata Nanang Shalahuddin, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Barito Selatan, Kamis (19/5).

Menurut Nanang, untuk ke depan, pihaknya akan mengupayakan agar  penutupan TPA bisa menggunakan tanah biar proses sanitary landfill bisa beroperasi secara maksimal. โ€œDengan begitu setiap dua minggu sekali kita melakukan penutupan,โ€ ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa kendala saat ini karena tanah penutupnya masih terbatas. Untuk itu, pihaknya masih berupaya untuk bisa mengadakan tanah penutup untuk sistem sanitary landfill ini.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Satgas Covid-19

Ia mengatakan, untuk pemanfaatan sampah di Kota Buntok sendiri, pihaknya sudah ada memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R yang sudah berjalan di setiap kecamatan.

โ€œJadi sampah yang sudah dikumpulkan oleh TPS 3R akan dipilah dan dikumpulkan, dimana sampah-sampah yang memiliki nilai jual serta hasil akan dikumpulkan dan residunya akan dibawa ke TPA,โ€ kata Nanang Shalahuddin. (ner/ens)

BUNTOK โ€“ Sejak dibuatnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barsel sudah mulai mengoperasionalkan Sistem Sanitary Landfill (SL),yakni dengan melakukan penimbangan sampah yang masuk.

โ€œDimana setiap armada truk pengangkut sampah yang masuk ke TPA kita lakukan penimbangan untuk mengetahui seberapa banyak sampah yang dihasilkan,โ€ kata Nanang Shalahuddin, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Barito Selatan, Kamis (19/5).

Menurut Nanang, untuk ke depan, pihaknya akan mengupayakan agar  penutupan TPA bisa menggunakan tanah biar proses sanitary landfill bisa beroperasi secara maksimal. โ€œDengan begitu setiap dua minggu sekali kita melakukan penutupan,โ€ ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa kendala saat ini karena tanah penutupnya masih terbatas. Untuk itu, pihaknya masih berupaya untuk bisa mengadakan tanah penutup untuk sistem sanitary landfill ini.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Satgas Covid-19

Ia mengatakan, untuk pemanfaatan sampah di Kota Buntok sendiri, pihaknya sudah ada memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R yang sudah berjalan di setiap kecamatan.

โ€œJadi sampah yang sudah dikumpulkan oleh TPS 3R akan dipilah dan dikumpulkan, dimana sampah-sampah yang memiliki nilai jual serta hasil akan dikumpulkan dan residunya akan dibawa ke TPA,โ€ kata Nanang Shalahuddin. (ner/ens)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/