Jumat, November 22, 2024
30.8 C
Palangkaraya

Ketua TP-PKK Kalteng Buka Festival Kuliner Nusantara 2024

 

PALANGKA RAYA–Ketua TP PKK Provinsi Kalteng Ivo Sugianto Sabran didampingi Pj Bupati Pulang Pisau Nunu Andriani memotong pita sebagai tanda dibukanya Festival Kuliner Nusantara Tahun 2024.

Festival Kuliner Nusantara ini merupakan rangkaian kegiatan FBIM dan menjadi salah satu upaya menumbuhkembangkan sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner. Kegiatan ini diikuti 43 UMKM di Kota Palangka Raya.

Gubernur Kalteng cek stan. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

Tidak hanya menyajikan kuliner saja, tetapi juga aneka produk khas Kalteng lainnya, seperti kerajinan rotan dan batik khas Dayak.

Gubernur mengatakan festival ini untuk memperkenalkan aneka masakan khas Indonesia, khususnya Kalteng. Yang juga tentunya sekaligus mengangkat produk makanan lokal, dan mendorong masyarakat untuk berkreasi mengembangkan kuliner lokal khas Kalteng.

Baca Juga :  Gawat, Mamin Kedaluwarsa Masih Beredar di Pasar Besar

“Mari jadikan FBIM ini sebagai momentum menguatkan penerapan Falsafah Huma Betang, sebagai pegangan dan modal dasar pembangunan,” tandasnya. (mmc/zia/ila)

 

PALANGKA RAYA–Ketua TP PKK Provinsi Kalteng Ivo Sugianto Sabran didampingi Pj Bupati Pulang Pisau Nunu Andriani memotong pita sebagai tanda dibukanya Festival Kuliner Nusantara Tahun 2024.

Festival Kuliner Nusantara ini merupakan rangkaian kegiatan FBIM dan menjadi salah satu upaya menumbuhkembangkan sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner. Kegiatan ini diikuti 43 UMKM di Kota Palangka Raya.

Gubernur Kalteng cek stan. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

Tidak hanya menyajikan kuliner saja, tetapi juga aneka produk khas Kalteng lainnya, seperti kerajinan rotan dan batik khas Dayak.

Gubernur mengatakan festival ini untuk memperkenalkan aneka masakan khas Indonesia, khususnya Kalteng. Yang juga tentunya sekaligus mengangkat produk makanan lokal, dan mendorong masyarakat untuk berkreasi mengembangkan kuliner lokal khas Kalteng.

Baca Juga :  Gawat, Mamin Kedaluwarsa Masih Beredar di Pasar Besar

“Mari jadikan FBIM ini sebagai momentum menguatkan penerapan Falsafah Huma Betang, sebagai pegangan dan modal dasar pembangunan,” tandasnya. (mmc/zia/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/