Nilai itu, jelasnya, dihitung berdasarkan tambak lima hektare klaster nasional bantuan dari KKP di Kabupaten Sukamara, yang nilainya mencapai Rp 7,5 miliar.
Bupati menambahkan, dalam pengelolaan tambak terdapat beberapa pola, mulai dari sederhana, sederhana plus, semi intensif dan intensif.
“Jadi, perbedaanya hanya pada penebaran benih saja. Jadi satu meter itu mulai dari 10 ekor. Kalau yang intensif bahkan super intensif itu sampai dengan 600 ekor per meter. Jadi beda jauh,” tandasnya. (lan/ko)