“Alhamdulillah kami sampaikan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo karena merespons cepat dan mengirimkan bantuan ke Kalteng,” katanya, Senin malam.Diungkapkannya, sebelumnya ketersediaan oksigen di Kalteng hanya cukup hingga 19 jam. Sementara keterbatasan ketersediaan oksigen sangat berisiko terhadap meningkatnya angka kematian akibat Covid-19.“Sikap yang ditunjukkan oleh Presiden RI Jokowi harus dicontoh dan diteladani oleh seluruh kepala daerah, termasuk bupati dan wali kota se-Kalteng dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya melalui siaran pers yang disampaikan oleh Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah (Setda) Kalteng.
Komunikasi dan koordinasi yang baik, respons yang cepat, tanggap dengan kondisi riil di lapangan, serta mengutamakan keselamatan masyarakat merupakan cerminan bangsa Indonesia untuk bergotong royong dalam menyelesaikan pandemi Covid-19.“Berkat bantuan itu pula, hari ini kami mendistribusikan 168 unit oksigen konsentrator ke rumah sakit (RS) se-Kalteng sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ucapnya.Dikatakan gubernur, untuk Rumah Sakit dr Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya sebagai RS rujukan Covid-19 tingkat provinsi mendapatkan alokasi 28 unit.
Selanjutnya RSUD Imanuddin Pangkalan Bun dan RS dr Murjani Sampit masing-masing mendapat 15 unit. Sedangkan rumah sakit lainnya diberi 5 hingga 10 unit.“Angka persediaan ini akan terus bertambah seiring upaya yang terus kita lakukan,” tegas Sugianto.Selain bantuan oksigen konsentrator dari presiden, upaya lain yang dilakukan adalah mengajak partisipasi swasta dalam mengatasi krisis oksigen melalui pemberian corporate social responsibility (CSR). Juga dilakukan kerja sama dengan provinsi tetangga seperti Kaltim, Kalbar, dan Kalsel.
“Kami juga meminta agar penyedia oksigen reguler mempertahankan quota oksigen untuk Kalteng tetap terjaga,” ujarnya.Upaya gubernur untuk menjaga ketersediaan oksigen tidak hanya dilakukan dengan mencari ke provinsi tetangga, bahkan sampai ke Pemerintah Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Selatan (Sumsel). Masih dalam upaya menjaga ketersediaan oksigen, gubernur juga meminta agar SKK Migas meminjamkan isotank yang dapat dipergunakan untuk mengangkut oxygen liquid dalam jumlah besar.“Kami menyadari bahwa kita tidak mungkin tergantung terus dengan pihak luar di tengah ketidakpastian kapan pandemi berakhir,” ucapnya.Atas dasar pertimbangan tersebut, Pemprov Kalteng berencana membeli generator oksigen untuk bisa memproduksi oksigen secara mandiri.
Gubernur juga mengajak bupati dan wali kota se-Kalteng untuk sama-sama urun rembuk dalam pembelian generator oksigen skala besar, yang akan ditempatkan pada tiga wilayah regional Kalteng, yakni wilayah barat, tengah dan timur.