KAPUAS โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKNK) dan KKN Bersama 2022 berdayakan pengrajin rotan Anjir Kalimpangan,Kelurahan Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini merupakan program utama yang ditujukan untuk mendukung program penguatan perekonomian masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan yaitu dengan memberdayakan pengrajin rotan rumahan di sekitar Kelurahan Mandomai. Mahasiswa KKNK Kelompok 19 ini menfasilitasi pengrajin rotan untuk go digital dengan memasarkan kerajinannya melalui instagram.
Kelompok 19 ini beranggotakan, HenrikeLela Cahya Brutu , Ananda Hudaeni Pratama, Ni Luh Eniasih, Yuspita Sari, Ni Putu Gusti Sukreni, Aldi Wiraguna, Rasmi Selvina Br Zebua, Rio Geradi Muke, Indah Putri Ningsih, Shevilla Khabila.
Salah satu pengrajin rotan,Sartih berharap kerajinan rotan ini dapat dilestarikan sebagaimana harapan penadahulu sebab rotan menjadi salah satu komoditi masyarakat kelurhan mandomai
โSebagai penerus nenek moyang,rotan ini menjadi mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup,harapannya semoga kerajinan rotan tetap bisa dilestarikan,โ tutur Sartih.
Ia juga berharap pemerintah dapat mendukung pengrajin rotan dengan membuat lahan khusus rotan di kelurahan mandomai.
โSaat ini yang menjadi kendala yaitu ketersediaan rotan,sebab tidak ada kebun khusus yang menyediakan rotan dengan jumlah besar,semoga pemerintah bisa melihat ke arah tersebut,โ lanjut Sartih
Ia juga berharap kerajinan rotan dengan motif khas dayak Kalimantan ini bisa menjadi produk unggulan yang dapat go internasional salah satunya dengan Program UMKM Go Digital.
โTerima kasih sebelumnya untuk mahasiswa KKN Kebangsaan sudah membantu memasarkan produk rotan dengan mengajari kami berjualan secara online,sebab saat ini kami hanya berjualan sesuai pesanan secara rumahan,semoga roduk kami bisa terkenal di luar kalimantan sebab motif yang digunakan ciri khas Kalimantan,โ lanjutnya.
Mahasiswa Untirta, Ananda Hudaeni Pratama, yang menjadi pencetus ide adanya pemberdayaan UMKM menjadi UMKM Go Digital pemberdayaan ini bertujuan untuk membantu pengrajin rotan mandomai
โKami membuat media penjualan secara online,memberikan penyuluhan bagaimana berjualan secara online. Alhamdulillah pengrajin rotan mandomai sangat antusias dengan program kami dan memberikan dampak positif,โ tutur Pratama
Mahasiswa Untirta tersebut menjelaskan bukti positif adanya program terseut yaitu banyaknya pemesanan rotan melalui media online instagram @rotan_mandomai
โKami membuat instagram yaitu @rotan_mandomai untuk akses berjualan secara online,kami membuat pre order produk hingga 15 Agustus dan hingga 10 Agustus sudah ada kurang lebih 10 pemesanan produk rotan tersebutโ lanjutnya
Siswa SMA 18 tahun,Une,yang merupakan pengrajin muda berharapan semoga anak muda dapat meneruskan dan melestarikan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi
โSebagai anak muda tentunya saya berharap anak muda mau belajar sehingga dapat melestarikan dan memperkenalkan seiring perkembangan teknologi,โ harapannya. (rls/sma)