Jumat, November 22, 2024
24.6 C
Palangkaraya

Impor Kalteng Naik

PALANGKA RAYA – Selama Juni 2022, nilai  impor Provinsi Kali mantan Tengah (Kalteng) mencapai US$5,47 juta atau naik 932,08 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat US$0,53 juta.

Hal ini sebanding dengan volume ekspor Kalimantan Tengah yang mengalami kenaikan pada Juni 2022 sebesar 1.542,31 persen atau 8,02 ribu ton, dari 0,52 ribu ton pada Mei 2022 menjadi 8,54 ribu ton atau Juni 2022.

“Kenaikan nilai impor disebabkan oleh  naiknya impor hasil industri sebesar US$1,35 juta dari US$0,53 menjadi US$1,88 juta dan adanya impor migas sebesar US$3,59 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko  Marsoro,  baru-baru ini.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, menurut komoditas, kenaikan nilai impor di Kalimantan Tengah utamanya dikarenakan adanya impor aspal dan pupuk (kalium klorida) yang dilakukan pada Juni 2022.

Baca Juga :  Pertumbuhan Lapangan Usaha Pertambangan Tertinggi

Sementara itu, tambahnya, pada Juni 2022 juga terdapat impor asam sitrat sehingga turut memberi andil dalam peningkatan nilai impor  Kalimantan Tengah.

“Sementara itu, penurunan nilai impor katalisator terjadi pada bulan Juni 2022 karena tidak adanya katalisator yang masuk ke Kalimantan Tengah pada periode tersebut,” tandasnya. (aza/ko)

PALANGKA RAYA – Selama Juni 2022, nilai  impor Provinsi Kali mantan Tengah (Kalteng) mencapai US$5,47 juta atau naik 932,08 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat US$0,53 juta.

Hal ini sebanding dengan volume ekspor Kalimantan Tengah yang mengalami kenaikan pada Juni 2022 sebesar 1.542,31 persen atau 8,02 ribu ton, dari 0,52 ribu ton pada Mei 2022 menjadi 8,54 ribu ton atau Juni 2022.

“Kenaikan nilai impor disebabkan oleh  naiknya impor hasil industri sebesar US$1,35 juta dari US$0,53 menjadi US$1,88 juta dan adanya impor migas sebesar US$3,59 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko  Marsoro,  baru-baru ini.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, menurut komoditas, kenaikan nilai impor di Kalimantan Tengah utamanya dikarenakan adanya impor aspal dan pupuk (kalium klorida) yang dilakukan pada Juni 2022.

Baca Juga :  Pertumbuhan Lapangan Usaha Pertambangan Tertinggi

Sementara itu, tambahnya, pada Juni 2022 juga terdapat impor asam sitrat sehingga turut memberi andil dalam peningkatan nilai impor  Kalimantan Tengah.

“Sementara itu, penurunan nilai impor katalisator terjadi pada bulan Juni 2022 karena tidak adanya katalisator yang masuk ke Kalimantan Tengah pada periode tersebut,” tandasnya. (aza/ko)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/