Sabtu, April 5, 2025
23.6 C
Palangkaraya

Manfaatkan Dana LH untuk Kegiatan Bermanfaat

PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah H Edy Pratowo menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) tahun 2022 yang dilaksanakan selama dua hari pada 21-22 Desember 2022 di Gedung AA Maramis, Kompleks Perkantoran Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Saat membuka kegiatan, Presiden Joko Widodo mengatakan, pengelolaan dana lingkungan hidup yang efektif harus dimulai dari perencanaan yang matang dan infrastruktur yang sudah siap. Presiden menyontohkan langkah yang diambil Kementerian LHK, yakni menyiapkan fasilitas nursery center untuk memproduksi bibit sesuai jumlah yang direncanakan.

ā€œProgram-program yang telah dicanangkan seperti program 1 miliar pohon dapat benar-benar diwujudkan,ā€ kata presiden.

Presiden menekankan agar dana lingkungan hidup diberdayakan untuk sesuatu yang bermanfaat dengan perencanaan yang matang agar dana yang dikucurkan tidak sia-sia.

Baca Juga :  Jaga Spirit Tokoh Reformasi Guna Kawal Demokrasi

ā€œMisalnya, nursery yang bikin provinsi ini bisa 10 juta, berarti biaya penanaman dan pemeliharaan dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup ke provinsi Rp10 miliar, di tempat lain Rp50 miliar, tapi konkret dulu, dibikin dulu,ā€ jelasnya.

Usai pembukaan, Wagub Kalteng Edy Pratowo bersama seluruh gubernur se-Indonesia atau yang mewakili mengikuti rakernas yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (abw/biro adpim/ens)

PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah H Edy Pratowo menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) tahun 2022 yang dilaksanakan selama dua hari pada 21-22 Desember 2022 di Gedung AA Maramis, Kompleks Perkantoran Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Saat membuka kegiatan, Presiden Joko Widodo mengatakan, pengelolaan dana lingkungan hidup yang efektif harus dimulai dari perencanaan yang matang dan infrastruktur yang sudah siap. Presiden menyontohkan langkah yang diambil Kementerian LHK, yakni menyiapkan fasilitas nursery center untuk memproduksi bibit sesuai jumlah yang direncanakan.

ā€œProgram-program yang telah dicanangkan seperti program 1 miliar pohon dapat benar-benar diwujudkan,ā€ kata presiden.

Presiden menekankan agar dana lingkungan hidup diberdayakan untuk sesuatu yang bermanfaat dengan perencanaan yang matang agar dana yang dikucurkan tidak sia-sia.

Baca Juga :  Jaga Spirit Tokoh Reformasi Guna Kawal Demokrasi

ā€œMisalnya, nursery yang bikin provinsi ini bisa 10 juta, berarti biaya penanaman dan pemeliharaan dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup ke provinsi Rp10 miliar, di tempat lain Rp50 miliar, tapi konkret dulu, dibikin dulu,ā€ jelasnya.

Usai pembukaan, Wagub Kalteng Edy Pratowo bersama seluruh gubernur se-Indonesia atau yang mewakili mengikuti rakernas yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (abw/biro adpim/ens)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/