Kamis, Juli 25, 2024
23.5 C
Palangkaraya

Tim Hisab Rukyat Kemenag Kalteng Pantau Hilal 1 Zulhijjah dari Menara Masjid Darussalam

Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh 17 Juni 2024

PALANGKA RAYA –  Pemerintah tadi malam telah menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024. Dengan ditetapkannya awal Zulhijah ini, maka Hari Raya Iduladha 1445 H jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Keputusan diambil berdasarkan hasil laporan dari tim hisab rukyat dari seluruh Indonesia, termasuk dari Kalteng yang melakukan pemantauan.

Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah memantau hilal 1 Zulhijjah 1445 Hijriah untuk menentukan Hari Raya Idul Adha pada, Jumat (7/6/2024) sore mulai pukul 16.00 WIB. Pemantauan dilakukan di Menara Masjid Raya Darussalam Jl G Obos Palangka Raya.

Kepala Kanwil Kemenag Kalteng H Noor Fahmi mengatakan posisi hilal saat Matahari terbenam di Kota Palangka Raya pada posisi 9,38 derajat dan 9, 48 derajat di Pantai Teluk Bogam, Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah.

Kakanwil menambahkan, pengamatan hilal juga dilakukan di beberapa titik seluruh wilayah Indonesia pada saat yang bersamaa baik oleh Kementerian Agama maupun Ormas Islam dan pihak terkait.

Diketahui ketinggian Hilal secara nasional pada hari ini, berkisar antara 7,27 derajat di Merauke dan Papua sampai dengan 10,69 derajat di Sabang, Aceh. Sementara berdasarkan hisab, posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk dan memenuhi kriteria bulan baru awal Dzulhijjdah 1445 H.

“Dari konfirmasi sejumlah petugas Kementerian Agama di 2 titik di Kalteng, posisi hilal sudah di atas ufuk dan memenuhi kriteria bulan baru,” terangnya.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong UMKM Milik Kaum Perempuan

Dia berharap dari hasil Rukyat Hilal ini, umat Islam di Kalimantan Tengah dapat menjalankan ibadah hari raya Idhul Adha secara bersama sama.  “Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah watoniah dan ukhuwah basyariah,” ajaknya.

PEMERINTAH TETAP IDUL ADHA 17 JUNI 2024

Pemerintah tadi malam telah menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024. Dengan ditetapkannya awal Zulhijah ini, maka Hari Raya Iduladha 1445 H jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

“Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS, serta adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Zulhijjah tahun 1445 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, tanggal 8 Juni 2024, dan hari raya Idul Adha jatuh pada Senin, tanggal 17 Juni 2024,” tutur Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki usai memimpin Sidang Isbat (penetapan) Awal Zulhijah, di Jakarta, Jumat (7/6/2024).

“Kita berharap dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Idul Adha bersama-sama. Tapi perlu diketahui oleh seluruh masyarakat, jika di kemudian hari ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah yang berkaitan dengan Idul Adha, kami berharap semuanya bisa mengedepankan harmoni dan toleransi serta tidak menonjolkan perbedaan yang ada,” imbuh Wamenag.

Ia menjelaskan, keputusan itu didasarkan dari data posisi hilal di seluruh Indonesia, yaitu ketinggian hilal berkisar antara 7° 15,82` hingga 10° 41,09` dan sudut elongasinya 11° 34,83` hingga 13° 14,47’. Data ini merupakan hisab yang dihitung secara matematis-astronomis yang telah dihimpun oleh Kementerian Agama melalui Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama beberapa waktu lalu. Secara hisab, data hilal pada hari ini telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

Baca Juga :  Pemerintah Batalkan Penerapan PPKM Level 3 Seluruh Indonesia saat Nataru

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS dalam menentukan awal bulan Kamariah, yang mensyaratkan ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Pada hari ini tanggal 7 Juni 2024 yang bertepatan dengan tanggal 29 Zulqadah 1445 Hijriyah, telah masuk laporan dari para petugas rukyat di berbagai daerah di Indonesia yang telah melaksanakan pengamatan hilal, dan tim penerima laporan rukyat di pusat telah mengkonfirmasi bahwa hilal terlihat di beberapa titik. Kementerian Agama telah melaksanakan rukyatul hilal di 114 lokasi di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 H yang digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag ini dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad.

Turut hadir pula, perwakilan Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium Jakarta, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pimpinan ormas Islam, serta duta besar negara sahabat. (hms/sma)

PALANGKA RAYA –  Pemerintah tadi malam telah menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024. Dengan ditetapkannya awal Zulhijah ini, maka Hari Raya Iduladha 1445 H jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Keputusan diambil berdasarkan hasil laporan dari tim hisab rukyat dari seluruh Indonesia, termasuk dari Kalteng yang melakukan pemantauan.

Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah memantau hilal 1 Zulhijjah 1445 Hijriah untuk menentukan Hari Raya Idul Adha pada, Jumat (7/6/2024) sore mulai pukul 16.00 WIB. Pemantauan dilakukan di Menara Masjid Raya Darussalam Jl G Obos Palangka Raya.

Kepala Kanwil Kemenag Kalteng H Noor Fahmi mengatakan posisi hilal saat Matahari terbenam di Kota Palangka Raya pada posisi 9,38 derajat dan 9, 48 derajat di Pantai Teluk Bogam, Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah.

Kakanwil menambahkan, pengamatan hilal juga dilakukan di beberapa titik seluruh wilayah Indonesia pada saat yang bersamaa baik oleh Kementerian Agama maupun Ormas Islam dan pihak terkait.

Diketahui ketinggian Hilal secara nasional pada hari ini, berkisar antara 7,27 derajat di Merauke dan Papua sampai dengan 10,69 derajat di Sabang, Aceh. Sementara berdasarkan hisab, posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk dan memenuhi kriteria bulan baru awal Dzulhijjdah 1445 H.

“Dari konfirmasi sejumlah petugas Kementerian Agama di 2 titik di Kalteng, posisi hilal sudah di atas ufuk dan memenuhi kriteria bulan baru,” terangnya.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong UMKM Milik Kaum Perempuan

Dia berharap dari hasil Rukyat Hilal ini, umat Islam di Kalimantan Tengah dapat menjalankan ibadah hari raya Idhul Adha secara bersama sama.  “Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah watoniah dan ukhuwah basyariah,” ajaknya.

PEMERINTAH TETAP IDUL ADHA 17 JUNI 2024

Pemerintah tadi malam telah menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024. Dengan ditetapkannya awal Zulhijah ini, maka Hari Raya Iduladha 1445 H jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

“Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS, serta adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Zulhijjah tahun 1445 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, tanggal 8 Juni 2024, dan hari raya Idul Adha jatuh pada Senin, tanggal 17 Juni 2024,” tutur Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki usai memimpin Sidang Isbat (penetapan) Awal Zulhijah, di Jakarta, Jumat (7/6/2024).

“Kita berharap dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Idul Adha bersama-sama. Tapi perlu diketahui oleh seluruh masyarakat, jika di kemudian hari ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah yang berkaitan dengan Idul Adha, kami berharap semuanya bisa mengedepankan harmoni dan toleransi serta tidak menonjolkan perbedaan yang ada,” imbuh Wamenag.

Ia menjelaskan, keputusan itu didasarkan dari data posisi hilal di seluruh Indonesia, yaitu ketinggian hilal berkisar antara 7° 15,82` hingga 10° 41,09` dan sudut elongasinya 11° 34,83` hingga 13° 14,47’. Data ini merupakan hisab yang dihitung secara matematis-astronomis yang telah dihimpun oleh Kementerian Agama melalui Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama beberapa waktu lalu. Secara hisab, data hilal pada hari ini telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

Baca Juga :  Pemerintah Batalkan Penerapan PPKM Level 3 Seluruh Indonesia saat Nataru

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS dalam menentukan awal bulan Kamariah, yang mensyaratkan ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Pada hari ini tanggal 7 Juni 2024 yang bertepatan dengan tanggal 29 Zulqadah 1445 Hijriyah, telah masuk laporan dari para petugas rukyat di berbagai daerah di Indonesia yang telah melaksanakan pengamatan hilal, dan tim penerima laporan rukyat di pusat telah mengkonfirmasi bahwa hilal terlihat di beberapa titik. Kementerian Agama telah melaksanakan rukyatul hilal di 114 lokasi di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 H yang digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag ini dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad.

Turut hadir pula, perwakilan Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium Jakarta, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pimpinan ormas Islam, serta duta besar negara sahabat. (hms/sma)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/