PALANGKA RAYA – Api perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali menyala di Kalimantan Tengah saat peringatan Hari Kartini yang digelar, Senin (21/4). Peringatan tahun ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi ajang pengakuan atas kiprah nyata perempuan, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang kini menjadi ujung tombak perekonomian daerah.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah Norhani menegaskan semangat emansipasi yang dulu diperjuangkan Kartini kini hidup dalam sosok-sosok perempuan tangguh pelaku UMKM.
“Ini bukan hanya perayaan, tapi momen kebangkitan. Perempuan Kalimantan Tengah hari ini telah membuktikan bahwa mereka adalah Kartini masa kini, menginspirasi, berdaya, dan berdampak,” ujar Norhani penuh semangat saat menyampaikan sambutannya.
Data Diskop UKM mencatat, lebih dari 70 persen pelaku UMKM di Kalimantan Tengah adalah perempuan. Fakta ini menjadi bukti kuat peran perempuan tak lagi terbatas pada ranah domestik, tetapi telah menembus lini strategis dalam pembangunan ekonomi.
“Kita melihat para ibu rumah tangga, bahkan remaja putri yang sukses membangun usaha dari nol. Mereka menciptakan lapangan kerja, mengangkat potensi lokal, dan menggerakkan ekonomi desa. Inilah wajah Kartini di abad 21,” imbuhnya.
Norhani juga mengajak agar perempuan di seluruh penjuru Kalimantan Tengah tak ragu melangkah maju, menghadapi tantangan, dan menjadi agen perubahan di lingkungan masingmasing.
“Teruslah berkarya, berinovasi, dan percaya pada diri sendiri. Jadilah inspirasi, karena setiap perempuan punya cahaya Kartini dalam dirinya,” tutupnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi refl eksi bahwa perjuangan emansipasi bukan sekadar kenangan sejarah, melainkan semangat yang terus hidup dalam kerja nyata, inovasi, dan dedikasi perempuan-perempuan hebat di Kalimantan Tengah. (kom/uut/ktk/aza/ans)