Sabtu, April 5, 2025
24.8 C
Palangkaraya

Banyak PKL Bakal Direlokasi ke Datah Manuah, Begini Respons Para Pedagang

PALANGKA RAYA-Para pedagang di Pasar Datah Manuah mendukung rencana pemko merelokasi PKL, karena mereka merasa pasar tersebut saat ini sepi pengunjung. Salah satu sebabnya karena hanya sedikit pedagang yang berjualan. Mereka berharap dengan adanya program relokasi PKL ini, bisa membuat suasana dan aktivitas perekonomian di Pasar Datah Manuah ramai kembali.

Seorang pedagang sayur di Pasar Datah Manuah, Gita, tidak keberatan dengan rencana relokasi PKL ke pasar yang dahulu dikenal warga dengan sebutan Pasar Mini Yos Sudarso itu.

“Malah lebih bagus, karena Pasar Mini bisa makin ramai, enggak seperti gini,” kata perempuan yang mengaku sudah lebih 10 tahun berjualan sayur di pasar tersebut, Jumat (4/4).

Gita bersama saudara dan ibunya yang bernama Eka berjualan sayur-mayur di bagian belakang Pasar Datah Manuah. Gita mengaku, di blok pasar yang dikhususkan untuk berjualan sayur-mayur dan ikan hanya terdapat dua pedagang yang berjualan.

“Yang jualan di sini cuma dua orang, kami dan satu pedagang lagi, yang lainnya sudah pada berhenti jualan,” ucapnya.

Gita bercerita, awalnya ada lima hingga enam pedagang yang berjualan sayur-mayur. Kemudian, satu per satu berhenti berjualan. Penyebabnya, sedikit saja pembeli yang datang berbelanja.

Baca Juga :  Warga Berharap Lokasi Relokasi Jauh dari Sungai

“Yang datang ke pasar ini kan biasanya cuman warga di (lingkungan) sini dan mahasiswa yang memang belanja sekadarnya. Dagangan kurang laku. Makanya ada (pedagang) yang pindah lokasi berjualan, ada juga yang memang berhenti. Pasar jadi tambah sepi,” ujar Gita.

Eka menambahkan, sepinya pembeli tidak cuman dirasakan pedagang blok sayur, tetapi juga blok pasar lokasi berjualan daging. Di blok lapak berjualan daging hanya ada dua pedagang yang berjualan, khususnya daging babi.

“Awalnya ada lima pedagang. Karena sepi pembeli, ada yang berhenti jualan, ada juga yang mencar,” kata Eka.

Eka dan Gita berharap dengan makin banyak pedagang yang berjualan di Pasar Datah Manuah setelah relokasi PKL, bisa menarik masyarakat untuk datang ke pasar tersebut.

“Kita harap pasar ini tambah ramai dan orang-orang datang berbelanja ke sini,” kata Gita, lalu diamini Eka.

Dukungan terhadap kebijakan relokasi PKL juga disampaikan Fajar Subekti dan Penyang, pedagang dan pelaku usaha di Pasar Datah Manuah.

“Kalau saya, setuju (relokasi PKL, red) saja,” kata Fajar.

Sama seperti Gita dan Eka, Fajar berharap program pemindahan PKL bisa membuat Pasar Datah Manuah ramai lagi dikunjungi pembeli. Fajar berharap pengelola pasar bisa memberikan perhatian khusus terhadap pengaturan posisi lapak para PKL yang akan berjualan di dalam area pasar itu.

Baca Juga :  Stok Elpiji Aman, Pedagang Diminta Jual Sesuai HET

“Pengaturan harus jelas seperti apa, posisi (lapak) mereka dagang di mana, baik pedagang baru maupun yang lama, jangan sampai ada yang berkelahi karena merasa dirugikan,” tegasnya.

Pelaku usaha lainnya, Penyang, yang membuka usaha toko servis barang elektronik di Pasar Data Manuah mengatakan, apabila relokasi PKL benar-benar direalisasi, maka perlu ada ketegasan pemerintah untuk melarang pedagang lain membuka lapak di lokasi yang lama.

Pria yang mengaku sudah sejak tahun 1993 membuka usaha servis di pasar ini menyebut, sebagian PKL yang berjualan di kawasan depan TVRI, dahulunya membuka usaha di Pasar Datah Manuah.

“Dulu semuanya jual di sini, makanya di sini sempat ramai, tetapi sesudah dibolehkan jualan di depan TVRI, banyak yang pindah jualan di sana karena ramai pembeli,” kata Penyang.

Terkait rencana relokasi PKL, Penyang mengatakan hampir semua pedagang di Pasar Data Manuah tidak keberatan.

“Pedagang di semua blok pasar sini setuju dengan rencana (relokasi PKL, red) itu, supaya pasar ini makin ramai dan makin maju,” pungkasnya. (zia/sja/ce/ala)

PALANGKA RAYA-Para pedagang di Pasar Datah Manuah mendukung rencana pemko merelokasi PKL, karena mereka merasa pasar tersebut saat ini sepi pengunjung. Salah satu sebabnya karena hanya sedikit pedagang yang berjualan. Mereka berharap dengan adanya program relokasi PKL ini, bisa membuat suasana dan aktivitas perekonomian di Pasar Datah Manuah ramai kembali.

Seorang pedagang sayur di Pasar Datah Manuah, Gita, tidak keberatan dengan rencana relokasi PKL ke pasar yang dahulu dikenal warga dengan sebutan Pasar Mini Yos Sudarso itu.

“Malah lebih bagus, karena Pasar Mini bisa makin ramai, enggak seperti gini,” kata perempuan yang mengaku sudah lebih 10 tahun berjualan sayur di pasar tersebut, Jumat (4/4).

Gita bersama saudara dan ibunya yang bernama Eka berjualan sayur-mayur di bagian belakang Pasar Datah Manuah. Gita mengaku, di blok pasar yang dikhususkan untuk berjualan sayur-mayur dan ikan hanya terdapat dua pedagang yang berjualan.

“Yang jualan di sini cuma dua orang, kami dan satu pedagang lagi, yang lainnya sudah pada berhenti jualan,” ucapnya.

Gita bercerita, awalnya ada lima hingga enam pedagang yang berjualan sayur-mayur. Kemudian, satu per satu berhenti berjualan. Penyebabnya, sedikit saja pembeli yang datang berbelanja.

Baca Juga :  Warga Berharap Lokasi Relokasi Jauh dari Sungai

“Yang datang ke pasar ini kan biasanya cuman warga di (lingkungan) sini dan mahasiswa yang memang belanja sekadarnya. Dagangan kurang laku. Makanya ada (pedagang) yang pindah lokasi berjualan, ada juga yang memang berhenti. Pasar jadi tambah sepi,” ujar Gita.

Eka menambahkan, sepinya pembeli tidak cuman dirasakan pedagang blok sayur, tetapi juga blok pasar lokasi berjualan daging. Di blok lapak berjualan daging hanya ada dua pedagang yang berjualan, khususnya daging babi.

“Awalnya ada lima pedagang. Karena sepi pembeli, ada yang berhenti jualan, ada juga yang mencar,” kata Eka.

Eka dan Gita berharap dengan makin banyak pedagang yang berjualan di Pasar Datah Manuah setelah relokasi PKL, bisa menarik masyarakat untuk datang ke pasar tersebut.

“Kita harap pasar ini tambah ramai dan orang-orang datang berbelanja ke sini,” kata Gita, lalu diamini Eka.

Dukungan terhadap kebijakan relokasi PKL juga disampaikan Fajar Subekti dan Penyang, pedagang dan pelaku usaha di Pasar Datah Manuah.

“Kalau saya, setuju (relokasi PKL, red) saja,” kata Fajar.

Sama seperti Gita dan Eka, Fajar berharap program pemindahan PKL bisa membuat Pasar Datah Manuah ramai lagi dikunjungi pembeli. Fajar berharap pengelola pasar bisa memberikan perhatian khusus terhadap pengaturan posisi lapak para PKL yang akan berjualan di dalam area pasar itu.

Baca Juga :  Stok Elpiji Aman, Pedagang Diminta Jual Sesuai HET

“Pengaturan harus jelas seperti apa, posisi (lapak) mereka dagang di mana, baik pedagang baru maupun yang lama, jangan sampai ada yang berkelahi karena merasa dirugikan,” tegasnya.

Pelaku usaha lainnya, Penyang, yang membuka usaha toko servis barang elektronik di Pasar Data Manuah mengatakan, apabila relokasi PKL benar-benar direalisasi, maka perlu ada ketegasan pemerintah untuk melarang pedagang lain membuka lapak di lokasi yang lama.

Pria yang mengaku sudah sejak tahun 1993 membuka usaha servis di pasar ini menyebut, sebagian PKL yang berjualan di kawasan depan TVRI, dahulunya membuka usaha di Pasar Datah Manuah.

“Dulu semuanya jual di sini, makanya di sini sempat ramai, tetapi sesudah dibolehkan jualan di depan TVRI, banyak yang pindah jualan di sana karena ramai pembeli,” kata Penyang.

Terkait rencana relokasi PKL, Penyang mengatakan hampir semua pedagang di Pasar Data Manuah tidak keberatan.

“Pedagang di semua blok pasar sini setuju dengan rencana (relokasi PKL, red) itu, supaya pasar ini makin ramai dan makin maju,” pungkasnya. (zia/sja/ce/ala)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/