Kamis, Juli 25, 2024
27.7 C
Palangkaraya

Hari Ini Jemaah Majelis Taklim Asy-Syifa Salat Idan

PALANGKA RAYA-Majelis Taklim Asy-Syifa sudah menggelar salat id di Lapangan Twins Mini Soccer, Palangka Raya, Minggu (16/6). Terdapat lebih dari 200 jemaah yang mengikuti salat id tersebut. Kendati pemerintah sudah menetapkan Hari Raya Iduladha jatuh pada Senin (17/6), sebagian kecil umat Islam Indonesia sudah ada yang merayakannya sehari sebelumnya, salah satunya jemaah Majelis Taklim Asy-Syifa ini.

 

Koordinator Majelis Taklim Asy-Syifa, Candra Mukti Wijaya mengungkapkan, pada dasarnya peringatan hari raya iduladha yang pihaknya laksanakan hari ini tidak jauh berbeda dengan yang lain. Ia menyebut, terdapat kurang lebih 55 negara yang juga melaksanakan salat id hari ini.

 

“Kenapa kami laksanakan hari ini, karena wukuf di Arafah itu kan kemarin (9 Dzulhijjah), jadi hari ini tuh serentak di Makkah, makanya kami laksanakan hari ini, kami mengikuti Makkah,” jelas Candra saat diwawancarai Kalteng Pos usai salat id.

Baca Juga :  Prof Dakhoir Resmi Nakhodai IAIN Palangka Raya

 

Adapun perbedaan pengambilan keputusan hari raya iduladha itu, lanjutnya, adalah metode yang diambil. Pemerintah Indonesia menggunakan metode matla’ atau hisab, tetapi pihaknya mengikuti Makkah karena ibadah puncaknya adalah haji.

 

“Jadi kami mengikuti ibadah puncak yaitu ibadah haji yang dilakukan di Makkah sekarang,” tutur pria yang berprofesi sebagai wirausahawan itu.

 

Terkait dengan Majelis Taklim Asy-Syifa, Candra menyebut majelis itu merupakan kumpulan dari para tokoh masyarakat di Palangka Raya. Dirinya berharap di momen hari raya iduladha ini umat Islam di seluruh dunia dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

 

Salah satu jemaah salat id, Jeki, berharap agar persatuan umat Islam di seluruh dunia semakin erat. Dengan eratnya persatuan antarumat Islam, dirinya berharap dapat semakin menguatkan solidaritas untuk rakyat Palestina yang kini tengah terdampak perang berkepanjangan.

Baca Juga :  Pulpis Bebas Malaria

 

“Di iduladha yang akan datang diharapkan konflik di Palestina bisa selesai sehingga tidak memakan korban lagi, karena umat Islam semakin bersatu,” tutur pria berusia 27 tahun ini.

 

Jeki sendiri cukup sering mengikuti kajian-kajian yang dilaksanakan oleh Majelis Taklim Asy-Syifa. Kajian itu dilakukan kadang sebulan sekali. Menurutnya, tidak ada perbedaan spesifik dengan ajaran-ajaran dari aliran Islam mayoritas di Indonesia.

 

“Kayak kemarin kan kami iduladha-nya sama dengan Muhammadiyah, karena poinnya, kalau di majelis ini, biasanya mengadakan iduladha dengan acuan sesuai dengan Makkah, wukuf di Arafah,” pungkasnya. (dan)

PALANGKA RAYA-Majelis Taklim Asy-Syifa sudah menggelar salat id di Lapangan Twins Mini Soccer, Palangka Raya, Minggu (16/6). Terdapat lebih dari 200 jemaah yang mengikuti salat id tersebut. Kendati pemerintah sudah menetapkan Hari Raya Iduladha jatuh pada Senin (17/6), sebagian kecil umat Islam Indonesia sudah ada yang merayakannya sehari sebelumnya, salah satunya jemaah Majelis Taklim Asy-Syifa ini.

 

Koordinator Majelis Taklim Asy-Syifa, Candra Mukti Wijaya mengungkapkan, pada dasarnya peringatan hari raya iduladha yang pihaknya laksanakan hari ini tidak jauh berbeda dengan yang lain. Ia menyebut, terdapat kurang lebih 55 negara yang juga melaksanakan salat id hari ini.

 

“Kenapa kami laksanakan hari ini, karena wukuf di Arafah itu kan kemarin (9 Dzulhijjah), jadi hari ini tuh serentak di Makkah, makanya kami laksanakan hari ini, kami mengikuti Makkah,” jelas Candra saat diwawancarai Kalteng Pos usai salat id.

Baca Juga :  Prof Dakhoir Resmi Nakhodai IAIN Palangka Raya

 

Adapun perbedaan pengambilan keputusan hari raya iduladha itu, lanjutnya, adalah metode yang diambil. Pemerintah Indonesia menggunakan metode matla’ atau hisab, tetapi pihaknya mengikuti Makkah karena ibadah puncaknya adalah haji.

 

“Jadi kami mengikuti ibadah puncak yaitu ibadah haji yang dilakukan di Makkah sekarang,” tutur pria yang berprofesi sebagai wirausahawan itu.

 

Terkait dengan Majelis Taklim Asy-Syifa, Candra menyebut majelis itu merupakan kumpulan dari para tokoh masyarakat di Palangka Raya. Dirinya berharap di momen hari raya iduladha ini umat Islam di seluruh dunia dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

 

Salah satu jemaah salat id, Jeki, berharap agar persatuan umat Islam di seluruh dunia semakin erat. Dengan eratnya persatuan antarumat Islam, dirinya berharap dapat semakin menguatkan solidaritas untuk rakyat Palestina yang kini tengah terdampak perang berkepanjangan.

Baca Juga :  Pulpis Bebas Malaria

 

“Di iduladha yang akan datang diharapkan konflik di Palestina bisa selesai sehingga tidak memakan korban lagi, karena umat Islam semakin bersatu,” tutur pria berusia 27 tahun ini.

 

Jeki sendiri cukup sering mengikuti kajian-kajian yang dilaksanakan oleh Majelis Taklim Asy-Syifa. Kajian itu dilakukan kadang sebulan sekali. Menurutnya, tidak ada perbedaan spesifik dengan ajaran-ajaran dari aliran Islam mayoritas di Indonesia.

 

“Kayak kemarin kan kami iduladha-nya sama dengan Muhammadiyah, karena poinnya, kalau di majelis ini, biasanya mengadakan iduladha dengan acuan sesuai dengan Makkah, wukuf di Arafah,” pungkasnya. (dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/