PALANGKA RAYA-Dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan memajukan sektor pariwisata di Bumi Tambun Bungai, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). Kerja sama kedua belah pihak tersebut tertuang dalam nota kesepakatan yang ditandatangani di Aula Disbudpar Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Rabu (15/2/2023).
“Kami menyampaikan terima kasih dan menyambut baik kerja sama ini, selain sebagai sarana untuk menjaga silaturahmi yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya,” kata Kadisbudpar Palangka Raya Adiah Chandra Sari SH MH.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi kemitraan antara pemerintah daerah dan lembaga perguruan tinggi. Tentu pihaknya berharap agar kemitraan strategis ini dapat dijadikan momentum yang baik untuk saling berkolaborasi dalam berbagai hal, dalam rangka pengembangan kebudayaan dan kemajuan pariwisata di Kalteng.
“Tugas pokok dan fungsi disbudpar adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kebudayaan dan pariwisata serta tugas pembantuan lainnya. Meliputi perencanaan, perumusan kebijakan, pengembangan, pelestarian, pembinaan, dan evaluasi seluruh program dan kegiatan yanag dilakukan,” tuturnya.
Ditambahkan Adiah, kerja sama yang dilakukan merupakan salah satu bentuk penjabaran dan manifestasi dari tupoksi disbudpar dalam menjalankan urusan pemerintahan, khususnya dalam melaksanakan fungsi pelestarian dan pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata.
“Kerja sama ini juga merupakan bentuk dukungan bagi percepatan visi dan misi pemerintah provinsi untuk mewujudkan Kalteng yang maju, mandiri, dan adil untuk kesejahteraan masyarakat menuju Kalteng bermartabat, religius, kuat, amanah, dan harmonis (BERKAH),” ungkapnya.
Sektor kebudayaan dan pariwisata merupakan salah satu sektor yang mendapat perhatian cukup serius dari gubernur dan wakilnya. Termuat jelas dalam visi misi gubernur dan wakil gubernur, khususnya misi mempercepat pertumbuhan ekonomi yang produktif, kreatif, dan berwawasan lingkungan serta meneguhkan Kalteng yang beriman, berbudaya, dan berkesetaraan gender.
Perhatian ini tentu cukup beralasan, mengingat Kalteng sebagai provinsi terluas di Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar dan sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Kalteng memiliki budaya khas dan unik yang layak ditawarkan ke masyarakat domestik maupun internasional.
Pemandangan yang indah dengan karakteristik hamparan hutan tropis yang beriklim panas dan lembab, sungai-sungai yang luas dan panjang yang tersebar di sejumlah kabupaten, memiliki flora dan fauna menarik dan beraneka ragam, bahkan sebagian faunanya bertatus sebagai hewan langka.
Potensi budaya dan pariwisata masih sangat natural dan membutuhkan sentuhan tangan-tangan ahli, membantu memikirkan pengelolaan dan pengembangannya, baik melalui promosi digital maupun berbagai inovasi dengan ide-ide dan gagasan yang kreatif.
“Kami meyakini bahwa tangan-tangan ahli bisa datang dari pihak perguruan tinggi, salah satunya UMPR. Kami menyadari bahwa peran perguruan tinggi dengan berbagai komponen pendukung di dalamnya, termasuk keberadaan para akademisi dan mahasiswa dengan berbagai spesifikasi, keahlian, dan talenta yang dimiliki sangat dibutuhkan dalam menciptakan sumber daya manusia yang mumpuni untuk memajukan daerah, khususnya dalam pengembangan kebudayaan dan pariwisata.
Kolaborasi, inovasi, dan promosi yang gencar melalui media sosial dan media pendukung lainnya, menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan pembangunan kebudayaan dan pengembangan pariwisata. Oleh karena itu, sinergi dan kerja sama berbagai pihak, terutama dari perguruan tinggi sangat diperlukan.
“Saya berharap kerja sama ini dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi pengembangan kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kalteng. Kami mengajak seluruh civitas akademika UMPR dan pendukung lainnya untuk saling berkolaborasi, bekerja sama, serta bersinergi dalam mengembangkan kebudayaan dan pariwisata, karena sektor pariwisata bukan saja bermanfaat sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata,” yakinnya.
Menurut kadisbudpar, sektor pariwisata dapat memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi angka kemiskinan, dan pada akhirnya output dari semua ini adalah terciptanya kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ini merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan di Kalteng.
Sementara itu, Rektor UMPR Dr H Muhamad Yusuf SSos MAP mengatakan bahwa kerja sama dengan Disbudpar Kalteng ini merupakan yang pertama dalam kepemimpinannya sebagai rektor.
“Bagi kami di kampus, kerja sama ini sangat membantu, karena ada perangkat daerah yang membuka diri untuk berkolaborasi, sehingga keinginan kami untuk mencetak lulusan yang kompetitif, mengangkat semua peluang ketika lulus, dan upaya lainnya dapat terwujud,” katanya. (nue/ce/ala)