Jumat, April 4, 2025
23.5 C
Palangkaraya

Waspada, Jerawat Rentan Merebak di Wajah Tatkala Musim Hujan Tiba

SEJUMLAH daerah di Indonesia sudah memasuki musim hujan. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Potensi bahaya saat musim hujan bukan hanya muncul dalam bentuk bencana seperti banjir dan tanah longsor.

 

Masyarakat juga harus waspada terhadap munculnya gangguan kesehatan saat musim hujan, termasuk kesehatan kulit.

Dokter spesialis kulit dari Be Hati Skin Clinic, dr Khoirul Hadi, Sp. KK menyebutkan potensi gangguan kulit berupa jerawat sangat rentan terjadi pada musim penghujan. Terdapat beberapa kondisi yang menjadi penyebabnya.

“Kelembapan udara yang tinggi pada musim hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri penyebab jerawat,” kata dr Khoirul Hadi, Sp.KK, Jumat (13/12/2024) lalu.

Kondisi udara yang lembap juga membuat kulit wajah banyak memproduksi keringat dan minyak sebum yang berpotensi menyumbat pori-pori. Akibatnya, kulit wajah rentan muncul jerawat.

Baca Juga :  Posyandu Ujung Tombak Kesehatan Masyarakat

Selain itu, dilansir dari pafipcsumbawabarat.org polusi dan debu yang ada di udara banyak yang terbawa air hujan sehingga bisa membuat kulit tubuh dan wajah menjadi kotor.

Polutan tersebut juga berpotensi menyumbat pori-pori sehingga menghasilkan jerawat.

“Jadi hujan-hujan tidak sama dengan mandi. Meskipun sama-sama diguyur air, tubuh kita bisa bertambah kotor saat hujan-hujan,” kata dr Khoirul Hadi Sp.KK mengingatkan.

Meski demikian, gangguan kesehatan kulit di saat musim hujan sebenarnya bisa dihindari.

Salah satunya adalah rajin membersihkan tubuh dan wajah menggunakan sabun yang sesuai dengan jenis kulit.

“Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih yang lembut untuk menghilangkan minyak dan kotoran,” kata dr Khoirul Hadi, Sp.KK.

Baca Juga :  Selama Tahun 2022, 200 Ribu Orang Meninggal karena Jantung

Selain itu, meski kelembapan udara cukup tinggi di musim hujan, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan produk pelembap untuk kulit.

Disarankan untuk memilih pelembap yang non-comedogenic (tidak menyumbat pori-pori) untuk menjaga kulit tetap lembap.

Penggunaan tabir surya juga masih perlu digunakan meski cuaca mendung atau bahkan hujan.

Sebab, sinar ultraviolet pada dasarnya masih mampu menembus mendung.

“Jika merasakan ada masalah dengan kulit sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis kulit. Kalau pas cuacanya buruk, Anda bisa konsultasi secara online,” kata dia. (jpc)

SEJUMLAH daerah di Indonesia sudah memasuki musim hujan. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Potensi bahaya saat musim hujan bukan hanya muncul dalam bentuk bencana seperti banjir dan tanah longsor.

 

Masyarakat juga harus waspada terhadap munculnya gangguan kesehatan saat musim hujan, termasuk kesehatan kulit.

Dokter spesialis kulit dari Be Hati Skin Clinic, dr Khoirul Hadi, Sp. KK menyebutkan potensi gangguan kulit berupa jerawat sangat rentan terjadi pada musim penghujan. Terdapat beberapa kondisi yang menjadi penyebabnya.

“Kelembapan udara yang tinggi pada musim hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri penyebab jerawat,” kata dr Khoirul Hadi, Sp.KK, Jumat (13/12/2024) lalu.

Kondisi udara yang lembap juga membuat kulit wajah banyak memproduksi keringat dan minyak sebum yang berpotensi menyumbat pori-pori. Akibatnya, kulit wajah rentan muncul jerawat.

Baca Juga :  Posyandu Ujung Tombak Kesehatan Masyarakat

Selain itu, dilansir dari pafipcsumbawabarat.org polusi dan debu yang ada di udara banyak yang terbawa air hujan sehingga bisa membuat kulit tubuh dan wajah menjadi kotor.

Polutan tersebut juga berpotensi menyumbat pori-pori sehingga menghasilkan jerawat.

“Jadi hujan-hujan tidak sama dengan mandi. Meskipun sama-sama diguyur air, tubuh kita bisa bertambah kotor saat hujan-hujan,” kata dr Khoirul Hadi Sp.KK mengingatkan.

Meski demikian, gangguan kesehatan kulit di saat musim hujan sebenarnya bisa dihindari.

Salah satunya adalah rajin membersihkan tubuh dan wajah menggunakan sabun yang sesuai dengan jenis kulit.

“Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih yang lembut untuk menghilangkan minyak dan kotoran,” kata dr Khoirul Hadi, Sp.KK.

Baca Juga :  Selama Tahun 2022, 200 Ribu Orang Meninggal karena Jantung

Selain itu, meski kelembapan udara cukup tinggi di musim hujan, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan produk pelembap untuk kulit.

Disarankan untuk memilih pelembap yang non-comedogenic (tidak menyumbat pori-pori) untuk menjaga kulit tetap lembap.

Penggunaan tabir surya juga masih perlu digunakan meski cuaca mendung atau bahkan hujan.

Sebab, sinar ultraviolet pada dasarnya masih mampu menembus mendung.

“Jika merasakan ada masalah dengan kulit sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis kulit. Kalau pas cuacanya buruk, Anda bisa konsultasi secara online,” kata dia. (jpc)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/