MUAL setelah makan adalah masalah yang cukup umum dialami banyak orang. Sensasi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah pencernaan ringan hingga kondisi medis yang lebih serius.
Dilansir dari pafitigaraksa.org, berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda merasa mual saat makan dan cara-cara untuk mengatasinya.
Penyebab Perut Mual Saat Makan
- Gangguan Pencernaan (Dispepsia) Salah satu penyebab utama mual setelah makan adalah gangguan pencernaan, yang dikenal dengan nama dispepsia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh makan berlebihan, makan terlalu cepat, atau konsumsi makanan yang sulit dicerna oleh tubuh, seperti makanan berlemak atau pedas. Dispepsia juga bisa disertai dengan rasa kenyang yang berlebihan, perut kembung, atau rasa terbakar di dada.
- Asam Lambung Tinggi (Gastritis atau Refluks Asam) Jika produksi asam lambung berlebihan, ini bisa menyebabkan rasa mual setelah makan. Gastritis (radang pada lapisan lambung) atau refluks asam (asam lambung naik ke kerongkongan) adalah kondisi yang sering menyebabkan mual setelah makan. Asam lambung yang meningkat bisa merusak dinding lambung atau menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan bagian atas, yang berujung pada mual.
- Intoleransi Makanan atau Alergi Beberapa orang mungkin mengalami mual setelah makan karena intoleransi terhadap jenis makanan tertentu, seperti produk susu (laktosa), gluten, atau makanan tertentu yang mengandung bahan-bahan yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh. Ini bisa menyebabkan reaksi pencernaan, termasuk mual.
- Kehamilan Mual setelah makan, terutama di pagi hari, sering kali terjadi pada awal kehamilan. Ini dikenal dengan istilah morning sickness. Hormon yang meningkat selama kehamilan dapat memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan mual, terutama setelah makan.
- Infeksi atau Keracunan Makanan Jika Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit, ini dapat menyebabkan infeksi pencernaan yang mengakibatkan mual. Keracunan makanan dapat menimbulkan gejala mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah makan makanan yang terkontaminasi.
- Masalah Psikologis (Stres atau Kecemasan) Stres atau kecemasan bisa memengaruhi sistem pencernaan. Ketika seseorang merasa cemas atau stres, ini bisa mengganggu fungsi pencernaan dan menyebabkan perut mual saat atau setelah makan. Hal ini sering terjadi pada individu yang memiliki kecemasan tinggi atau gangguan makan.
- Penggunaan Obat-obatan Beberapa obat, seperti antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), atau obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kanker, dapat menyebabkan mual sebagai efek samping. Jika Anda baru saja mulai mengonsumsi obat-obatan tertentu, mual setelah makan bisa jadi salah satu reaksi tubuh terhadap obat tersebut.
Cara Mengatasi Mual Setelah Makan
- Makan dalam Porsi Kecil dan Sering Alih-alih makan dalam porsi besar, cobalah makan dalam porsi kecil namun lebih sering sepanjang hari. Hal ini dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih efisien dan mencegah perut menjadi terlalu penuh yang dapat memicu mual.
- Konsumsi Makanan yang Mudah Dicerna Pilihlah makanan yang mudah dicerna, seperti nasi putih, kentang rebus, ayam rebus, atau roti panggang. Hindari makanan berlemak, pedas, atau asam yang bisa memperburuk mual. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, cobalah makanan yang lebih ringan.
- Hindari Makan Terlalu Cepat Makan dengan tergesa-gesa bisa menyebabkan pencernaan yang buruk, yang pada gilirannya dapat menyebabkan mual. Cobalah untuk makan dengan tenang dan kunyah makanan dengan baik agar pencernaan berjalan lancar.
- Jangan Berbaring Setelah Makan Setelah makan, hindari langsung berbaring atau tidur. Berbaring dapat memperburuk refluks asam atau gangguan pencernaan lainnya, yang dapat menyebabkan mual. Sebaiknya tunggu sekitar 30 menit hingga 1 jam setelah makan sebelum berbaring.
- Cobalah Teh Jahe atau Peppermint Jahe dan peppermint telah lama dikenal sebagai bahan alami yang dapat membantu meredakan mual. Anda bisa mencoba teh jahe atau peppermint setelah makan untuk membantu menenangkan perut Anda. Kedua bahan ini memiliki sifat anti-mual yang bisa membantu meringankan gejala tersebut.
- Kelola Stres dan Kecemasan Jika mual Anda disebabkan oleh stres atau kecemasan, coba untuk mengelola stres dengan cara-cara relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam. Berbicara dengan seorang konselor atau psikolog juga bisa membantu jika stres atau kecemasan memengaruhi pola makan Anda.
- Konsultasi dengan Dokter Jika mual Anda sering terjadi atau disertai dengan gejala lain seperti muntah berat, demam, atau diare, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat membantu mendiagnosis penyebab mual Anda dan memberikan pengobatan yang sesuai. Jika mual disebabkan oleh kondisi medis seperti gastritis, refluks asam, atau intoleransi makanan, dokter dapat meresepkan obat atau memberikan saran diet yang tepat.
Mual setelah makan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga kondisi medis yang lebih serius.
Untuk mengatasinya, penting untuk menjaga pola makan yang sehat, makan dalam porsi kecil, dan menghindari makanan yang dapat memperburuk kondisi perut Anda.
Jika mual terus berlanjut atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.(jpc)