Minggu, Maret 30, 2025
24.2 C
Palangkaraya

Hasna Nuha Labibah, Generasi Muda yang Mencintai Al-Qur’an sejak Dini (28)

Batasi Penggunaan Gadget, Fokus Belajar dan Hafal Al-Qur’an

Pada usia 12 tahun, Hasna Nuha Labibah telah berhasil menghafal juz 30. Kini, ia tengah berjuang menghafal juz 29. Murid kelas 6 SD ini menjalani proses menghafal tanpa paksaan, suatu kebiasaan yang telah tertanam sejak kecil di lingkungan keluarganya.

 

DHEA UMILATI, Palangka Raya

 

MENGHAFAL dengan hati yang ikhlas membuat proses menghafal bocah yang bersekolah di SD Darussalam itu terasa lebih mudah.

“Awalnya karena di rumah terbiasa dengar bacaan Al-Qur’an dari orang tua. Lama-lama ikut menghafal. Ternyata kalau dilakukan dengan niat, itu lebih ringan,” ungkapnya saat ditemui Kalteng Pos, Senin (10/3).

Bagi Hasna, menghafal ayat demi ayat memiliki tantangan tersendiri. Ia mengakui, beberapa surah memiliki ayat yang mirip, seperti dalam surah Al-Mursalat, hingga membuat hafalannya kerap tertukar. “Kadang-kadang sulit karena banyak ayat yang mirip. Harus diulang berkali-kali sampai benar-benar hafal dan bisa membedakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Suka Membahagiakan Staf, Tanamkan Semboyan STMJ

Agar lebih fokus, Hasna memiliki cara tersendiri dalam menghafal Al-Qur’an. Ia lebih nyaman menghafal sendirian di kamar atau menjauh keramaian saat berada di lingkungan sekolah.

“Kalau sendirian, bisa lebih konsentrasi. Kalau bareng teman, kadang malah terbawa ngobrol atau kurang fokus,” katanya.

Selain menghadapi tantangan dalam menghafal ayat-ayat yang mirip, Hasna juga harus pandai membagi waktu antara menghafal Al-Qur’an dan belajar mata pelajaran sekolah.

“Kalau lagi ujian, fokusnya sering terbagi. Kadang ingin banyak menghafal, tetapi juga harus belajar supaya dapat nilai bagus. Jadi, harus pintar-pintar mengatur waktu,” ungkapnya.

Meski begitu, bocah kelahiran 2013 ini tetap berusaha tidak meninggalkan hafalannya. Ia berkomitmen terus menghafal sebisa mungkin, tanpa membebani dirinya dengan target yang terlalu berat.

“Enggak ada target khusus sih, yang penting terus menghafal. Kalau bisa sampai 30 juz, alhamdulillah,” katanya.

Baca Juga :  KI Pusat Dorong Lembaga Informatif hingga Level Desa

Pada era digital saat ini, banyak anak seusia Hasna menghabiskan waktu luang dengan bermain gadget. Namun, ia justru membatasi penggunaan gadget agar bisa fokus belajar dan menghafal Al-Qur’an.

“Di rumah enggak boleh main handphone, kecuali hari Sabtu dan Minggu, itu pun sebentar saja,” terangnya.

Dengan disiplin ini, ia bisa lebih maksimal dalam belajar dan menghafal. Orang tua Hasna pun turut mendukung kebiasaannya agar bisa tetap fokus mencapai impiannya.

Di balik semangatnya menghafal Al-Qur’an, Hasna juga memiliki impian besar. Ia bercita-cita menjadi dokter hewan.

“Aku suka hewan dan ingin menolong yang sakit,” ungkapnya.

Cita-cita ini berangkat dari kecintaannya terhadap binatang. Ia ingin memiliki peran dalam merawat dan menyelamatkan hewan-hewan yang membutuhkan pertolongan.

“Kalau lihat hewan sakit atau terluka, rasanya kasihan. Makanya aku ingin jadi dokter hewan biar bisa bantu merawat mereka,” pungkasnya. (bersambung/ce/ala)

Pada usia 12 tahun, Hasna Nuha Labibah telah berhasil menghafal juz 30. Kini, ia tengah berjuang menghafal juz 29. Murid kelas 6 SD ini menjalani proses menghafal tanpa paksaan, suatu kebiasaan yang telah tertanam sejak kecil di lingkungan keluarganya.

 

DHEA UMILATI, Palangka Raya

 

MENGHAFAL dengan hati yang ikhlas membuat proses menghafal bocah yang bersekolah di SD Darussalam itu terasa lebih mudah.

“Awalnya karena di rumah terbiasa dengar bacaan Al-Qur’an dari orang tua. Lama-lama ikut menghafal. Ternyata kalau dilakukan dengan niat, itu lebih ringan,” ungkapnya saat ditemui Kalteng Pos, Senin (10/3).

Bagi Hasna, menghafal ayat demi ayat memiliki tantangan tersendiri. Ia mengakui, beberapa surah memiliki ayat yang mirip, seperti dalam surah Al-Mursalat, hingga membuat hafalannya kerap tertukar. “Kadang-kadang sulit karena banyak ayat yang mirip. Harus diulang berkali-kali sampai benar-benar hafal dan bisa membedakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Suka Membahagiakan Staf, Tanamkan Semboyan STMJ

Agar lebih fokus, Hasna memiliki cara tersendiri dalam menghafal Al-Qur’an. Ia lebih nyaman menghafal sendirian di kamar atau menjauh keramaian saat berada di lingkungan sekolah.

“Kalau sendirian, bisa lebih konsentrasi. Kalau bareng teman, kadang malah terbawa ngobrol atau kurang fokus,” katanya.

Selain menghadapi tantangan dalam menghafal ayat-ayat yang mirip, Hasna juga harus pandai membagi waktu antara menghafal Al-Qur’an dan belajar mata pelajaran sekolah.

“Kalau lagi ujian, fokusnya sering terbagi. Kadang ingin banyak menghafal, tetapi juga harus belajar supaya dapat nilai bagus. Jadi, harus pintar-pintar mengatur waktu,” ungkapnya.

Meski begitu, bocah kelahiran 2013 ini tetap berusaha tidak meninggalkan hafalannya. Ia berkomitmen terus menghafal sebisa mungkin, tanpa membebani dirinya dengan target yang terlalu berat.

“Enggak ada target khusus sih, yang penting terus menghafal. Kalau bisa sampai 30 juz, alhamdulillah,” katanya.

Baca Juga :  KI Pusat Dorong Lembaga Informatif hingga Level Desa

Pada era digital saat ini, banyak anak seusia Hasna menghabiskan waktu luang dengan bermain gadget. Namun, ia justru membatasi penggunaan gadget agar bisa fokus belajar dan menghafal Al-Qur’an.

“Di rumah enggak boleh main handphone, kecuali hari Sabtu dan Minggu, itu pun sebentar saja,” terangnya.

Dengan disiplin ini, ia bisa lebih maksimal dalam belajar dan menghafal. Orang tua Hasna pun turut mendukung kebiasaannya agar bisa tetap fokus mencapai impiannya.

Di balik semangatnya menghafal Al-Qur’an, Hasna juga memiliki impian besar. Ia bercita-cita menjadi dokter hewan.

“Aku suka hewan dan ingin menolong yang sakit,” ungkapnya.

Cita-cita ini berangkat dari kecintaannya terhadap binatang. Ia ingin memiliki peran dalam merawat dan menyelamatkan hewan-hewan yang membutuhkan pertolongan.

“Kalau lihat hewan sakit atau terluka, rasanya kasihan. Makanya aku ingin jadi dokter hewan biar bisa bantu merawat mereka,” pungkasnya. (bersambung/ce/ala)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/