Kamis, Mei 30, 2024
24.6 C
Palangkaraya

UPR Mandiri Mewujudkan Keunggulan Lokal

“Saya belajar dari Malaysia, kenapa mereka lebih maju, karena pengusaan bahasa Inggris mahasiswa jauh lebih bagus dari Indonesia. Strategi mereka menggunakan bahasa Inggris untuk kegiatan formal.  Minimal nanti dua mata kuliah harus pakai bahasa Inggris full. Pelan-pelan, sampai 50 persen,” ujar Aswin.

Aswin menilai bahwa UPR punya keunggulan tersendiri, karena berada di Kalteng yang merupakan wilayah gambut dan daerah aliran sungai (DAS). Jika UPR bisa mengelola itu, akan menjadi nomor satu di Indonesia bahkan dunia. Karena hanya Kalteng yang punya lahan gambut strategis.

Terkait pendanaan jika nanti UPR menjadi Badan Layanan Umum (BLU), Aswin menyiapkan rencana yakni pembuatan perusahaan sebagai holding company. Ada dua hal yang bisa dilakukan.

Baca Juga :  1.388 Mahasiswa UPR Ikuti Wisuda Periode Agustus 2022

“Pertama, kerja sama dengan perusahaan sawit mengolah CPO menjadi minyak goreng. Daerah punya jatah 20 persen dari produksi CPO. Kita beli jatah itu untuk diolah. Jadi kita tak perlu menanam sawit. Sehingga minyak goreng di Kalteng bisa lebih murah,” ujar lulusan S-2 dan S-3 Hokkaido University Jepang.

Kedua, pembangunan industri beras. Beli beras dari petani di lokasi pengembangan food estate. Beras yang bagus dikemas dan dijual, sedangkan yang kurang bagus diolah menjadi tepung. “Kalau UPR bisa memainkan peran ini, maka pendanaan BLU bisa diatasi,” ujarnya.

“Saya belajar dari Malaysia, kenapa mereka lebih maju, karena pengusaan bahasa Inggris mahasiswa jauh lebih bagus dari Indonesia. Strategi mereka menggunakan bahasa Inggris untuk kegiatan formal.  Minimal nanti dua mata kuliah harus pakai bahasa Inggris full. Pelan-pelan, sampai 50 persen,” ujar Aswin.

Aswin menilai bahwa UPR punya keunggulan tersendiri, karena berada di Kalteng yang merupakan wilayah gambut dan daerah aliran sungai (DAS). Jika UPR bisa mengelola itu, akan menjadi nomor satu di Indonesia bahkan dunia. Karena hanya Kalteng yang punya lahan gambut strategis.

Terkait pendanaan jika nanti UPR menjadi Badan Layanan Umum (BLU), Aswin menyiapkan rencana yakni pembuatan perusahaan sebagai holding company. Ada dua hal yang bisa dilakukan.

Baca Juga :  1.388 Mahasiswa UPR Ikuti Wisuda Periode Agustus 2022

“Pertama, kerja sama dengan perusahaan sawit mengolah CPO menjadi minyak goreng. Daerah punya jatah 20 persen dari produksi CPO. Kita beli jatah itu untuk diolah. Jadi kita tak perlu menanam sawit. Sehingga minyak goreng di Kalteng bisa lebih murah,” ujar lulusan S-2 dan S-3 Hokkaido University Jepang.

Kedua, pembangunan industri beras. Beli beras dari petani di lokasi pengembangan food estate. Beras yang bagus dikemas dan dijual, sedangkan yang kurang bagus diolah menjadi tepung. “Kalau UPR bisa memainkan peran ini, maka pendanaan BLU bisa diatasi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/