Rabu, April 17, 2024
25.3 C
Palangkaraya

LSI Zona Kalteng Bergulir, Ajang Mengasah Skill Usia Dini

PALANGKA RAYA– Untuk menjaring dan mewadahi bibit muda berbakat di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya olahraga sepak bola, Liga Sentra Indonesia (LSI) Zona Kalteng resmi digulirkan di Kota Palangka Raya. Kompetisi yang berfokus untuk jenjang usia dini ini berlangsung di AZ Mini Soccer, Jalan Adonis Samad, Palangka Raya, Jumat (1/3).

Seperti diketahui, LSI merupakan kompetisi berjenjang yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia sejak awal Januari 2023 di Jakarta. Kompetisi tersebut dilaksanakan untuk menjaring pemain-pemain muda berbakat yang dimulai dari tingkat kampung, kelurahan, distrik, kabupaten/kota, provinsi, dan secara nasional.

Koordinator Perlengkapan LSI Yosef Murfy mengatakan, LSI Zona Kalteng dilaksanakan pada 1 – 3 Maret 2024. Sejumlah tim Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kalteng ikut meramaikan kompetisi itu. Untuk kelompok usia 11 tahun ada delapan tim, kelompok usia 12 tahun ada tujuh tim. “Untuk usia 14 tahun, kalau tidak ada tambahan, sebanyak delapan tim akan merebutkan tahta juara. Rencananya, akan dimainkan di Stadion Tuah Pahoe,” kata Yosef saat ditemui Kalteng Pos, kemarin.

Yosef menyebutkan, tim pemenang yang menduduki peringkat 1, 2, 3 akan mewakili zona Kalteng pada tingkat nasional di Jakarta. Pertandingan tersebut dimulai pada Juni dan Juli. “Makanya di sini kami melaksanakan kompetisi tersebut dan semacam seleksi. Pemenangnya akan masuk ke seri nasional untuk mewakili zona Kalteng,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kobar Siap Jadi Tuan Rumah Porprov XIII

Ke depannya, kompetisi tersebut akan rutin dilaksanakan. Dia berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Supaya dapat mencetak generasi muda dalam sepak bola Indonesia, khususnya di Kalteng.

“Pesan saya kepada anak-anak itu tetap bermain secara sportivitas dengan menampilkan permainan terbaiknya, yang selama ini sudah dilatih dalam SSB. Sehingga bisa melahirkan bibit-bibit generasi sepak bola Indonesia,” pungkasnya.

Ada pertandingan sengit yang berlangsung, saat tim Borneo Football International Academy (BFIA) berhadapan dengan SSB UPR A. Pada laga itu, SSB UPR A berhasil sebagai pemenang setelah mengalahkan BFIA dengan skor 1-2.

Pertandingan berjalan seru dan menarik. Kedua tim tampil terbuka dan menyerang. Banyak peluang tercipta di babak pertama dan kedua. Pada babak pertama, SSB UPR A berhasil menceploskan dua gol ke gawang lawan. Masing-masing dicetak pemain bernomor punggung 9 yakni Alexandro Xavier dan pemain nomor punggung 18. Sedangkan gol balasan BFIA melalui Rafli Juriansyah yang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Baca Juga :  Redam Aksi di PT BJAP, Masyarakat Diminta Jaga Kondisi Kondusif

Di babak kedua, BFIA mencoba terus menyamakan kedudukan. Dari berbagai arah serangan dilakukan. Namun pertahanan lawan tampil apik. Sehingga skor akhir 1-2 tidak berubah dan SSB UPR A memastikan kemenangan di laga awal.

Pelatih dari SSB UPR A, Save menjelaskan, para pemainnya sudah menerapkan instruksinya dengan baik. Walaupun menang, namun dia mengaku belum puas. “Untuk kompetisi ini, tidak ada latihan spesial. Kami hanya melakukan latihan biasa. Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat sore hari,” bebernya.

Menurutnya, BFIA merupakan musuh yang patut diperhitungkan. Karena BFIA merupakan akademi sepak bola. Karena pola-pola latihan pun pasti sangat jauh berbeda. “Kami sangat senang bisa menang tadi. Kami bangga bisa bermain dengan tim BFIA,” tuturnya.

Save berharap, pemerintah khususnya KONI, baik kota maupun provinsi bisa lebih melirik bakat anak-anak muda di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya. Selama ini, jarang mengadakan turnamen untuk jenjang usia dini. (*ham/ens)

 

 

 

PALANGKA RAYA– Untuk menjaring dan mewadahi bibit muda berbakat di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya olahraga sepak bola, Liga Sentra Indonesia (LSI) Zona Kalteng resmi digulirkan di Kota Palangka Raya. Kompetisi yang berfokus untuk jenjang usia dini ini berlangsung di AZ Mini Soccer, Jalan Adonis Samad, Palangka Raya, Jumat (1/3).

Seperti diketahui, LSI merupakan kompetisi berjenjang yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia sejak awal Januari 2023 di Jakarta. Kompetisi tersebut dilaksanakan untuk menjaring pemain-pemain muda berbakat yang dimulai dari tingkat kampung, kelurahan, distrik, kabupaten/kota, provinsi, dan secara nasional.

Koordinator Perlengkapan LSI Yosef Murfy mengatakan, LSI Zona Kalteng dilaksanakan pada 1 – 3 Maret 2024. Sejumlah tim Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kalteng ikut meramaikan kompetisi itu. Untuk kelompok usia 11 tahun ada delapan tim, kelompok usia 12 tahun ada tujuh tim. “Untuk usia 14 tahun, kalau tidak ada tambahan, sebanyak delapan tim akan merebutkan tahta juara. Rencananya, akan dimainkan di Stadion Tuah Pahoe,” kata Yosef saat ditemui Kalteng Pos, kemarin.

Yosef menyebutkan, tim pemenang yang menduduki peringkat 1, 2, 3 akan mewakili zona Kalteng pada tingkat nasional di Jakarta. Pertandingan tersebut dimulai pada Juni dan Juli. “Makanya di sini kami melaksanakan kompetisi tersebut dan semacam seleksi. Pemenangnya akan masuk ke seri nasional untuk mewakili zona Kalteng,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kobar Siap Jadi Tuan Rumah Porprov XIII

Ke depannya, kompetisi tersebut akan rutin dilaksanakan. Dia berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Supaya dapat mencetak generasi muda dalam sepak bola Indonesia, khususnya di Kalteng.

“Pesan saya kepada anak-anak itu tetap bermain secara sportivitas dengan menampilkan permainan terbaiknya, yang selama ini sudah dilatih dalam SSB. Sehingga bisa melahirkan bibit-bibit generasi sepak bola Indonesia,” pungkasnya.

Ada pertandingan sengit yang berlangsung, saat tim Borneo Football International Academy (BFIA) berhadapan dengan SSB UPR A. Pada laga itu, SSB UPR A berhasil sebagai pemenang setelah mengalahkan BFIA dengan skor 1-2.

Pertandingan berjalan seru dan menarik. Kedua tim tampil terbuka dan menyerang. Banyak peluang tercipta di babak pertama dan kedua. Pada babak pertama, SSB UPR A berhasil menceploskan dua gol ke gawang lawan. Masing-masing dicetak pemain bernomor punggung 9 yakni Alexandro Xavier dan pemain nomor punggung 18. Sedangkan gol balasan BFIA melalui Rafli Juriansyah yang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Baca Juga :  Redam Aksi di PT BJAP, Masyarakat Diminta Jaga Kondisi Kondusif

Di babak kedua, BFIA mencoba terus menyamakan kedudukan. Dari berbagai arah serangan dilakukan. Namun pertahanan lawan tampil apik. Sehingga skor akhir 1-2 tidak berubah dan SSB UPR A memastikan kemenangan di laga awal.

Pelatih dari SSB UPR A, Save menjelaskan, para pemainnya sudah menerapkan instruksinya dengan baik. Walaupun menang, namun dia mengaku belum puas. “Untuk kompetisi ini, tidak ada latihan spesial. Kami hanya melakukan latihan biasa. Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat sore hari,” bebernya.

Menurutnya, BFIA merupakan musuh yang patut diperhitungkan. Karena BFIA merupakan akademi sepak bola. Karena pola-pola latihan pun pasti sangat jauh berbeda. “Kami sangat senang bisa menang tadi. Kami bangga bisa bermain dengan tim BFIA,” tuturnya.

Save berharap, pemerintah khususnya KONI, baik kota maupun provinsi bisa lebih melirik bakat anak-anak muda di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya. Selama ini, jarang mengadakan turnamen untuk jenjang usia dini. (*ham/ens)

 

 

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/