Sabtu, April 5, 2025
23.6 C
Palangkaraya

Panen Perdana Tahun Ini, Rencana Undang Presiden

Karena itu pengembangan food estate dilakukan secara bertahap dan terukur, agar dicapai hasil yang secara langsung dapat dirasakan oleh petani dan masyarakat, dengan tujuan produksi utuk memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan food estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau berupa intensifikasi lahan.

Intensifikasi lahan merupakan kegiatan pengembangan budi daya pada lahan pertanian eksisting petani. Pemerintah memberikan bantuan untuk pengolahan tanah dan sarana produksi berupa benih, pupuk, pembenah tanah, dan pestisida yang sesuai rekomendasi.

Kegiatan intensifikasi yang dimulai tahun 2020 dan dilanjutkan tahun 2021, telah dilaksanakan pada lahan denga luas lebih dari 42.000 hektare. Produksi pada lokasi pengembangan tahun 2020 pada luasan lebih dari 29.000 hektar mencapai 114.611 ton GKG. Sedangkan dari lokasi pengembangan tahun 2021 pada luasan lebih dari 13.000 hektare, produksinya mencapai 47.589 ton GKG.

Baca Juga :  Tiga Kabupaten Sudah PPKM Level 1

Hasil produksi gabah kering giling dari lokasi intensifikasi lahan tahun 2020 dan 2021, ada kenaikan jika dibandingkan dengan produksi sebelum adanya intensifikasi lahan food estate. Kenaikan produksi itu mencapai 15,3 persen untuk produksi tahun 2020 dan 11,5 persen untuk produksi tahun 2021. Pencapaian lainnya adalah peningkatan indeks pertanaman pada lokasi-lokasi tertentu yang meningkat sekitar 37 persen.

Pada 2022, lokasi yang dikembangkan dan memasuki musim panen saat ini yakni di Kecamatan Bataguh dengan luas sawah 3.677 hektare. Pada beberapa lahan sawah sedang panen. Di antaranya di Desa Terusan Mulya, Terusan Karya, dan Terusan Makmur. Lokasi yang telah dipanen seluas 420 hektare yang ditanami varietas padi hibrida. Hasilnya mencapai 7 ton per hektare. Lahan persawahan di Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur juga mulai memasuki masa panen pada bulan Maret ini.

Baca Juga :  Jemaah Kalteng Bergerak ke Madinah, Jalani Ibadah Arbain

Lokasi lain yang panen yakni lahan yang dikelola Poktan Sri Makmur, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, pada hamparan seluas 84 hektare yang ditanami padi inbrida varietas Inpari 32 dan Inpari 33, dengan hasil produksi sekitar 7,8 ton per hektare. Di Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu juga sudah mulai dipanen. 

Karena itu pengembangan food estate dilakukan secara bertahap dan terukur, agar dicapai hasil yang secara langsung dapat dirasakan oleh petani dan masyarakat, dengan tujuan produksi utuk memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan food estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau berupa intensifikasi lahan.

Intensifikasi lahan merupakan kegiatan pengembangan budi daya pada lahan pertanian eksisting petani. Pemerintah memberikan bantuan untuk pengolahan tanah dan sarana produksi berupa benih, pupuk, pembenah tanah, dan pestisida yang sesuai rekomendasi.

Kegiatan intensifikasi yang dimulai tahun 2020 dan dilanjutkan tahun 2021, telah dilaksanakan pada lahan denga luas lebih dari 42.000 hektare. Produksi pada lokasi pengembangan tahun 2020 pada luasan lebih dari 29.000 hektar mencapai 114.611 ton GKG. Sedangkan dari lokasi pengembangan tahun 2021 pada luasan lebih dari 13.000 hektare, produksinya mencapai 47.589 ton GKG.

Baca Juga :  Tiga Kabupaten Sudah PPKM Level 1

Hasil produksi gabah kering giling dari lokasi intensifikasi lahan tahun 2020 dan 2021, ada kenaikan jika dibandingkan dengan produksi sebelum adanya intensifikasi lahan food estate. Kenaikan produksi itu mencapai 15,3 persen untuk produksi tahun 2020 dan 11,5 persen untuk produksi tahun 2021. Pencapaian lainnya adalah peningkatan indeks pertanaman pada lokasi-lokasi tertentu yang meningkat sekitar 37 persen.

Pada 2022, lokasi yang dikembangkan dan memasuki musim panen saat ini yakni di Kecamatan Bataguh dengan luas sawah 3.677 hektare. Pada beberapa lahan sawah sedang panen. Di antaranya di Desa Terusan Mulya, Terusan Karya, dan Terusan Makmur. Lokasi yang telah dipanen seluas 420 hektare yang ditanami varietas padi hibrida. Hasilnya mencapai 7 ton per hektare. Lahan persawahan di Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur juga mulai memasuki masa panen pada bulan Maret ini.

Baca Juga :  Jemaah Kalteng Bergerak ke Madinah, Jalani Ibadah Arbain

Lokasi lain yang panen yakni lahan yang dikelola Poktan Sri Makmur, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, pada hamparan seluas 84 hektare yang ditanami padi inbrida varietas Inpari 32 dan Inpari 33, dengan hasil produksi sekitar 7,8 ton per hektare. Di Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu juga sudah mulai dipanen. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/